March 31, 2008

Gado gado samping Volare (sumatera 28)






Flash back dulu yah...
Gado-gado adalah salah satu makanan yang berasal dari Indonesia yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan bawang goreng. Sedikit emping goreng atau kerupuk (ada juga yang memakai kerupuk udang) juga ditambahkan.

Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu/saus kacang, tapi juga dapat dimakan beserta nasi putih atau terkadang juga disajikan dengan lontong.

Sayuran

Sayur-sayuran yang sering digunakan dapat bervariasi, walau sayuran yang biasa digunakan adalah:

* Sayuran hijau yang diiris kecil-kecil seperti selada, kubis, bunga kol, kacang panjang, dan tauge.
* Sayuran lainnya seperti wortel dan mentimun.
* Tomat
* Kentang rebus yang diiris.
* Telur rebus.

Dengan perkecualian telur dan kentang rebus, sayur-sayuran yang digunakan biasanya masih dalam keadaan mentah. Walau terkadang sayuran seperti kubis dan bunga kol bisa juga direbus air panas. Ada juga sayuran yang terkadang dimasak dengan uap air panas.
aus kacang

Salah satu perbedaan gado-gado dari salad adalah saus kacang yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan untuk saus kacang ini juga dapat bervariasi. Bahan yang biasa digunakan adalah:

* Kacang goreng yang dilumatkan
* Bawang putih
* Cabai, Merica
* Air jeruk nipis

Terkadang juga ditambah:

* Kecap
* Terasi

Resep lezat gado-gado ala jerry
Description:
Bumbu gado-gado tuh variasinya macam-macam. Ini salah satu favorit.

Ingredients:
Bumbu gado-gado :
1/2 lb Kacang goreng, haluskan
1/2 cup peanut butter
Cabe merah, haluskan (pakai sambel oeleg juga gak pa-pa)
4 bw putih + 3 bw merah, haluskan
3 lembar daun jeruk
2 sdm bw merah goreng, hancurkan
1/4 cup gula merah (brown sugar)
2 sdt garam
1/2 kaleng santan
1 sdm cuka atau 2 sdm air asam
2 cups air

Pelengkap :
Lontong
Sayuran (kecambah, kacang panjang, kol, ketimun, dsb)
Tahu Goreng
Tempe Goreng
Kentang rebus
Telur rebus
Daun Selada (green letucce)
Tomat
Kerupuk/emping melinjo

Directions:
1. Tumis bw putih dan bw merah hingga harum. Masukkan air, kacang, peanut butter dan semua bumbu (kecuali santan). Aduk-aduk hingga tercampur rata.
2. Menjelang mendidih, masukkan santan, aduk rata. Jika sudah mendidih, angkat.
3. Sajikan dengan bahan pelengkap.

Tips aja untuk menyingkat waktu :
- Goreng kerupuk kemudian tahu dan tempe, sambil merebus kentang + telur dalam satu panci.

nah yang jelas ada beberapa jenis modifikasi gado-gado yang ada di Indonesia
sekarang saya mau ngebahas mengenai gado-gado yang sering dikunjungi orang disekitaran sumatera 28 maupun dari beberapa tempat yang lumayan jauh dari sini.kalau dilihat darijumalah pengunjung emang lumayan banyak setiap harinya, mulai dari yang berseragam ala pegawai pemerintah sampai seragam perusahaan seasta dan seragam sekolah. dari segi tempat emang terkesan tidak tertata rapi dan kurang besar dengan pengunjung yang lumayan banyak namun kebersihan nya tetep terjaga. Dari segi pelayanan cukup lumayan cepat dan ramah dari cara bertanya pegawai sampai pesanan sampai di meja pemesan. ada yang agak berbeda dari gado-gado ini, yaitu penambahan mie kuning basah sebagai bahan campuran. apakah ini ada pengaruh karena penjualnya bibi madura?? ngga tahu juga, yang jelas ada dari bumbu kacangnya juga ditumbuk menggunakan ulek. dan rasanya terasa tipis aja. dan cenderung cukup manis tapi kurang gurih. ini dimungkinkan karena kacangnya tidak digoreng dengan minyak melainkan disangrai. ada beberapa pilihan rasa mulai dari pedes, sedang sampai ngga pedes sama sekali, terus sayang sekali minus tambahan bawang goreng, emping dan kentang. dengan harga Rp.5000,- emang cukup worth it dengan rasa dan porsi yang disajikan. ada tambahan disana berupa menu es kacang hijau dan tape ubi atau singkong seharga Rp.500,- cukup pas untuk pendamping makan gado-gado. wah... tapenya enak banget lho... manis alami... saya sarankan untuk datang... karena makanan ini sehat dan kaya serat, bagus untuk pencernaan

March 29, 2008

MENGENAL JENIS DAN KEGUNAAN BUMBU DAPUR INDONESIA DAN EROPA




disadur dari tulisan Budi Sutomo

Apa jadinya kalau masakan tampa bumbu? atau berbumbu namun tidak pas takaranya?. Sudah tentu masakan akan menjadi hambar dan cita rasa yang terbentuk tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Karenanya kenali jenis dan kegunaanya.

Begitu penting arti sebuah bumbu pada masakan, sampai-sampai ada ungkapan “jika ingin di sayang suami manjakan lidahnya” atau “bagaikan sayur tanpa garam”. Ungkapan ini menggambarkan kalau bumbu sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan sejarah-pun mencatat, kolonialisme Belanda selama tiga setengah abad juga dipicu keinginannya memonopoli bumbu dan rempah-rempah. Sebelumnya, pada awal abad –16, Indonesia bagian Timur khususnya daerah Maluku dan Ambon sudah lebih dulu di kuasai Portugis, ini pun dikarenakan kekayaan rempah-rempah yang melimpah.
Bumbu dan rempah-rempah mempunyai peranan penting dalam pengolahan makanan. Bahan ini berfungsi untuk memberikan warna, rasa dan aroma yang sedap pada masakan. Walaupun bahanya sama dengan formulasi bumbu yang berbeda maka akan di hasilkan cita rasa masakan berbeda pula. Dalam dunia kuliner, bumbu dan rempah-rempah digolongkan menjadi beberapa macam.
Kategori pertama adalah golongan bumbu basah, di dalamnya termasuk kunyit, kencur, temu kunci, jahe, serai, bawang-bawangan, cabai, daun bawang dll.
Golongan kedua adalah bumbu kering, diantaranya kayu manis, lada, pala, jinten, kapulaga, ketumbar, cengkeh dll.
Terakhir adalah bumbu buatan, seperti garam, cuka, MSG, terasi, aneka kecap, aneka saus dan essens.

Bumbu Dasar
Selain kategori di atas, masih ada tiga bumbu dasar yaitu bumbu dasar merah, kuning dan putih. Bumbu dasar ini sangat memudahkan kita di dalam memasak karena dari ke tiga bumbu ini dapat di kembangan menjadi beragam jenis bumbu masakan.

Ragam Bumbu Basah Aneka Asam.
Banyak sekali jenis asam yang digunakan pada masakan nusantara. Seperti di dapur Sumatra sering dipakai Asam Gelugur. Asam ini di peroleh dari sejenis jeruk keprok yang di iris tipis kemudian di jemur sampai kering. Kegunaan bumbu ini memberikan rasa dan aroma asam pada masakan tanpa membuat masakan menjadi keruh. Dapur Jawa lain lagi, masyarakat Jawa lebih familier dengan asam Jawa baik kondisi segar maupun sudah diperam. Cara penggunaanya dengan mencairkan terlebih dahulu, dari air seduhan ini kemudian ditambahkan pada masakan untuk mendapatkan rasa asam segar. Jika anda kesulitan mencari asam jawa, asam Kandis dan asam Sunti bisa menjadi gantinya. Keduanya sama fungsinya yaitu memberikan citarasa asam namun beda asal. Asam sunti diperoleh dari belimbing wuluh sedangkan asam kandis dari kulit buah jeruk yang dikeringkan.

Bumbu Daun. Banyak sekali daun-daunan yang digunakan sebagai bumbu. Orang Manado menggunakan daun jintan segar pada masakan dari ikan. Daun ini dapat mengurangi aroma amis. Penggunaanya bisa di iris halus maupun dibiarkan utuh. Dapur Sumatra lain lagi, kuliner Sumatra banyak menggunakan daun salam koja/daun kari dan daun kunyit. Daun ini biasanya di tambahkan pada hidangan gulai, kari maupun hidangan-hidangan berkuah santan. Sedangkan yang satu ini kita sudah tidak asing lagi, hidangan pepes dan bakar terasa kurang pas tanpa kehadiran daun kemangi sebagai salah satu bumbu khasnya. Sedangkan untuk hidangan seafood, oriental soup dan tumis-tumisan lebih cocok jika memakai taburan daun ketumbar, aroma harum khas dari daun ketumbar dapat mengurangi bau amis dari ikan dan daging. Daun jeruk purut juga salah satu jenis bumbu yang sering digunakan pada dapur Indonesia.

Bumbu dari Umbi Semu/Rimpang. Jahe, kunyit, kencur, temu kunci, temu mangga, dan lengkuas adalah bumbu yang termasuk kategori ini. Jahe banyak sekali di gunakan di dalam masakan, aromanya khas dan rasanya sedikit pedas dapat menggugah napsu makan. Untuk hidangan berkuah seperti gulai, kari, dan pindang akan semakin lezat dan menarik warnanya jika ditambahkan dengan kunyit. Selain itu kunyit juga dapat mengurangi aroma tajam dan amis dari bahan makanan hewani. Sayur bening seperti sayur bayam terasa lebih segar dan pas rasanya jika di tambahkan beberapa potong temu kunci. Sedangkan hidangan Sunda seperti karedok, terancam, gudangan dan urapan taste-nya lebih terasa segar jika di dalam bumbunya di tambahkan beberapa ruas kencur. Fungsi laos lain lagi pada masakan, bumbu ini memiliki Aroma segar dan sangat cocok jika di tambahkan pada hidangan dari ayam, pindang dan masakan berkuah santan. Sedangkan masakan laksa akan terasa ada sesuatu yang kurang rasanya jika tanpa menambahkan temu mangga, salah satu ciri khas bumbunya.

Keluarga Bawang. Keluarga bawang banyak sekali ragamnya, namun yang lazim digunakan sebagai bumbu adalah bawang putih. bawang merah, bawang bombay, bawang lanang/laki, dan bawang batak atau lokio. Anda tentu sudah sangat akrab dengan bawang putih dan bawang merah yang berfungsi memberikan kombinasi rasa dan aroma harum sekaligus gurih pada masakan. Untuk memberikan cita rasa lebih ringan pada hidangan, sebaiknya menggunakan bawang bombay. Di dapur Sumatra banyak digunakan bawang Batak atau Lokio. Bawang ini memberikan cita rasa lembut namun aromanya tajam, sangat cocok untuk masakan seafood dan chinesefood. Untuk pelengkap acar atau pickle, bawang laki paling cocok. Bentuknya butiran kecil dan rasanya tidak terlalu tajam, terasa pas sebagai pelengkap hidangan. Aneka Jeruk. Aroma dan rasa harum segar pada hidangan dapat diperoleh dengan menambahkan beberapa sendok teh air jeruk. Jeruk lemon, lemon cui/lemon cina, jeruk limau, dan jeruk nipis termasuk beberapa varietas jeruk yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Saus salad dan kuah soto terasa lebih pas dengan menambahkan air jeruk nipis. Untuk kue-kue seperti bika ambon dan beberapa jenis cake, akan lebih harum aromanya jika ditambahkan parutan kulit jeruk purut. Bagian jeruk yang digunakan adalah kulit bagian luar karena daging buahnya sedikit mengandung air.

Bumbu Kering Bumbu kering kebanyakan digunakan dalam bentuk halus, namun demikian ada juga yang digunakan dalam bentuk utuh atau butiran. Adas, jinten, ketumbar, pala, lada dan klabet lebih banyak digunakan dalam bentuk bubuk. Sedangkan kayu manis, kayu secang, cengkeh dan pekak lebih sering dipakai dalam bentuk utuh. Seperti halnya bumbu basah, bumbu kering juga berfungsi sama pada masakan yaitu memberikan rasa dan aroma tertentu sesuai kebutuhan resep, selain dapat mengurangi aroma amis dari bahan makanan hewani. Seperti adas, jinten, klabet, kemiri dan ketumbar lebih banyak digunakan pada hidangan daging, ikan atau lauk pauk berkuah santan atau kaldu, contohnya gulai, kari, opor, soto dll. Pala, cengkeh, dan kayu manis, biasanya lebih pas ditambahkan pada hidangan manis seperti aneka kue, cake, pudding dan minuman. Sedangkan kapulaga, jinten, dan adas lebih banyak digunakan pada masakan Timur Tengah, seperti pada masakan kari, pacri, kebab dan nasi briani.

Continental Spice Selain memakai rempah-rempah dari negeri sendiri, dapur kita juga sudah banyak menggunakan bumbu dari Benua Eropa atau lazim disebut dengan Continental Spice. Beberapa diantaranya seperti thyme, bay leaf, sage, rosemary,basil, tarragon, peterseli dll. Thyme, peterseli dan bay leaf banyak dipakai pada hidangan berkuah kaldu atau soup. Oregano dan basil lebih populer di dapur Italia, tidak pas rasanya jika menyantap pasta atau pizza tanpa cita rasa kedua spice ini. Sedangkan hidangan seperti salad, desert dan olahan seafood terasa pas di lidah jika di beri flavoring dan garnishing dengan daun dill atau mint. Saat ini continental spice sudah banyak dibudidayakan oleh para petani kita sehingga dapat dijumpai dalam bentuk segar. Namun demikian jika tidak tersedia, bentuk kering dalam kemasan bisa diperoleh di pasar swalayan terkemuka. Bumbu Buatan Teknologi makanan berkembang begitu cepat. Tentunya tidak terlepas dari pola hidup masyarakat yang ingin serba cepat dan praktis. Keinginan konsumen ini direspon oleh para produsen bumbu masakan. Beragam bumbu instant banyak dijumpai di pasaran. Mulai dari penyedap seperti MSG, aneka saus, aneka kecap, cuka, essence, bumbu instant dll. Bumbu buatan tersebut sudah siap pakai sehingga kita tinggal menggunakanya sesuai kebutuhan resep masakan. Hal yang perlu diperhatikan jika menggunakan bumbu buatan adalah memperhatikan tanggal kedaluarsanya. Gunakan secukupnya mengingat bumbu buatan biasanya sudah ditambah dengan bahan pengawet, pewarna dan pemberi rasa yang akan berdampak buruk bagi kesehatan. Biasakan membeli bumbu buatan kemasan yang terkecil, mengingat penggunaan bumbu biasanya dalam jumlah kecil dan tidak tahan disimpan dalam jangka waktu lama.

3 Macam Bumbu Dasar Jika kita amati masakan Indonesia yang sangat beragam itu mempunyai kesamaan dalam hal bumbu. Secara garis besar bumbu pada masakan dapat digolongkan menjadi tiga bumbu dasar, yaitu bumbu dasar merah, putih dan kuning. Dari bumbu dasar ini dapat dikembangkan menjadi beragam jenis masakan. Seperti bumbu dasar putih dapat digunakan pada masakan ase lidah, gudeg, terik daging, sayur bobor, tempe bacem dan opor ayam. Bumbu dasar merah lain lagi, pengnggunaan bumbu dasar merah pada masakan biasanya untuk bumbu sambal goreng, rendang, kering tempe, pepes, sambal bajak, aneka gulai, ayam bumbu rujak, telur balado dll. Sedangkan bumbu dasar kuning dapat dikembangkan menjadi bumbu kari, acar kuning, pesmol ikan, nasi kuning, terik daging, aneka pepes, ayam goreng dll. Tidak ada salahnya jika ada waktu senggang anda membuat ketiga bumbu dasar ini. Masukan di dalam botol yang tertutup rapat dan simpan di dalam almari pendingin. Sewaktu diperlukan, anda tinggal menambahkan beberapa jenis bumbu sesuai kebutuhan resep masakan yang akan dibuat. Praktis dan efisien bukan?! Bumbu Dasar Merah. Bahan yang diperlukan, 10 buah cabai merah, 5 butir kemiri, 9 siung bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 sdt lada butir, 1 sdt ketumbar, 1 sdt terasi, 1 sdt gula pasir, 1 sdt garam dan 4 sdm minyak goreng. Cara membuatnya, semua bumbu dihaluskan sampai halus kemudian ditumis sampai harum dan matang. Bumbu Dasar Kuning. Bahan-bahannya: 10 siung bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 sdt lada butir, 2 cm kunyit, 1 sdt garam dan 3 sdm minyak goreng. Haluskan semua bumbu dan tumis sampai harum. Simpan di botol yang tertutup rapat dan masukan ke lemari pendingin. Bumbu Dasar Putih. Bahan yang diperlukan, 11 butir bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 sdt lada butir, ½ sdm ketumbar, 1 sdt gula pasir, 1 sdt terasi, 1 sdt garam dan 3 sdm minyak goreng. Cara membuatnya, panaskan minyak dan tumis semua bumbu yang sudah di haluskan sampai harum. Bumbu siap digunakan. (Budi Sutomo)

Tips Memilih dan Menyimpan Bumbu
• Jika memebeli bumbu segar seperti jahe, kunir, bawang, kecur dll, pilih yang masih segar, utuh dan tidak ada bercak putih. bercak ini biasanya dari khapang atau jamur yang menjadikan bumbu berbau dan membusuk jika disimpan lama.
• Bumbu basah dapat bertahan 1 – 2 bulan jika sebelum di simpan terlebih dahulu di cuci bersih, kemas dalam plastik atau tempat kedap udara dan masukan dalam freezer.
• Bumbu kering mudah kehilangan aroma jika di simpan lama, beli seperlunya dan simpan di wadah yang tertutup rapat dan kedap udara agar aroma khas bumbu tidak hilang.
• Bila anda membeli bumbu kering dalam bentuk bubuk, belilah kemasan terkecil agar tidak cepat rusak mengingat bumbu ini tidak setiap hari digunakan.
• Untuk bumbu buatan atau bumbu instant, pilih merek yang sudah terdaftar Dirjen POM, perhatikan tanggal kedaluarsanya dan selalu membeli kemasan yang terkecil.
• Biasakan menutup rapat kembali kemasan bumbu setelah pemakaian. Kontaminasi mikroba sangat mungkin terjadi pada bumbu instant, terutama bumbu yang kandungan airnya tinggi seperti saus, tauco, kecap dll. (Budi Sutomo)

MENGENAL BUMBU DAPUR KONTNENTAL

Banyaknya bumbu dapur di pasaran sering kali membuat kaum ibu bingung, apalagi dengan bumbu asing yang jarang digunakan. Seperti Oregano, Thyme, Bay leaf dan Basil, bumbu kontinental yang sepintas hampir mirip, baik aroma, fungsi maupun kenampakannya. Agar Anda tak keliru memilih bumbu, simak ulasan aneka herbs dari dapur mancanegara berikut.

Bay Leaf (Lourus nobilis) Sepintas aroma dan bentuk bay leaf hampir sama dengan daun salam. Tanaman asli Mediteranian ini banyak digunakan untuk mengharumkan kaldu, memberikan rasa pada saus main course dan meningkatkan citarasa pada olahan daging, unggas, ikan, sayuran dan kacang-kacangan. Dijual dalam bentuk segar, kering dan serbuk.

Basil (Ocimum basilicum) Daun basil banyak digunakan pada masakan Eropa dan sebagian negara Asia seperti Thailand, Vietnam dan Laos. Aromanya mirip dengan daun kemangi. Biasanya ditambahkan pada olahan ikan, keju, telur, salad dan sayuran. Selain melezatkan masakan, tanaman asal India ini juga bermanfaat untuk mengatasi problem pencernaan, insomnia, antiseptik dan tonik.

Dill (Anethum graveolens) Aroma dan rasa daun dill yang khas dapat menghilangkan aroma amis pada olahan seafood. Tanaman yang diduga berasal dari Eropa Selatan dan Asia Barat ini cocok ditambahkan pada sop, aneka saus salad, acar dan olahan kentang. Dill lebih banyak digunakan dalam kondisi segar. Agar hasil maksimal, tambahkan bumbu ini sesaat sebelum hidangan diangkat dari perapian, tentunya agar tampilan tetap segar dan aroma tidak hilang.

Oregano (Origanum spp) Kuliner Eropa sangat akrab dengan bumbu yang satu ini. Topping pizza akan kehilangan ciri khasnya jika Anda tidak menambahkan oregano. Olahan pasta, steak, soup dan salad juga terasa lebih lezat dan istimewa. Selain untuk bumbu, oregano juga bermanfaat untuk kesehatan, seperti mengatasi gangguan pencernaan, antiseptik dan meringankan migran. Dipasaran dijual dalam kondisi segar dan kering.

Rosemary (Rosmarinus afficinalis) Bentuk fisiknya hampir mirip dengan taragon, aroma-pun tidak jauh beda. Sebagai bumbu, rosemary dapat digunakan dalam bentuk kering maupun segar. Aromanya yang harum dapat mengurangi bau amis atau prengus pada olahan ayam, ikan, daging, maupun telur. Dressing salad dan barbecue-pun akan terasa lebih istimewa dengan menambahkan bumbu ini.

Sage (Salvia officinalis) Dulunya, sage lebih dikenal sebagai tanaman obat, tanaman ini memiliki aroma harum dengan rasa sedikit pahit. Kuliner Eropa menggunakanya sebagai bumbu daging, unggas maupun seafood. Pembuatan cotage cheese wajib menambahkan sage untuk spicynya dan di Yunani, sage ditambahkan ke dalam teh yang dikenal dengan sebutan sage tea.

Tarragon (Artemisia dracunculus) Olahan panggang, unggas, seafood dan telur terasa pas jika ditambahkan bumbu tarragon. Aroma khasnya dapat meningkatkan citarasa semua jenis hidangan, mulai dari seafood hingga olahan telur. Sebagian orang menambahkan cincangan tarragon ke dalam saus mayonnaise atau bearnaise, hasilnya saus menjadi lebih istimewa. Tanaman asal Asia Tengah ini dapat digunakan dalam bentuk segar maupun kering.

Thyme (Thymus spp) Tanaman asal Mediteranian yang kini populer diseluruh belahan bumi. Segala jenis daging, ungas dan seafood terasa lebih sedap jika dimarinade (direndam) dengan menambahkan thyme. Jika Anda membuat kaldu untuk soup, jangan lupa tambahkan beberapa lembar thyme agar citarasanya lebih harum. Bumbu ini biasanya dijual kering dalam kemasan botol. Budi Sutomo

MENGENAL BUMBU DAUN NUSANTARA

Kehadiran bumbu dalam masakan memang sangat penting. Cita rasa makanan terbentuk, salah satunya adalah dengan penambahan bumbu. Dari sekian banyak jenis bumbu, bumbu daun seperti daun salam, daun jeruk dan pandan termasuk bumbu yang sering ditambahkan pada masakan. Bagaimana dengan bumbu daun lainnya? Agar Anda lihai memilih dan meracik bumbu, kenali aneka bumbu daun nusantara berikut.

Daun Salam & Salam Koja Termasuk bumbu banyak digunakan pada masakan nusantara. Aromanya yang harum dan khas menambah kelezatan pada hidangan gulai, kari, tumisan dan sayur. Biasanya digunakan dalam bentuk kering atau segar. Pilih daun yang tidak terlalu muda atau tua agar aroma maksimal. Seperti halnya daun salam, salam koja/daun kari juga berfungsi mengharumkan masakan, memberikan rasa gurih dan mengurangi bau amis pada olahan daging, ayam atau ikan. Kuliner Sumatra paling banyak menggunakan bumbu yang dijual dalam bentuk segar dan kering ini.

Daun Kesum Kuliner Sumatra, Malaysia dan Singapura sangat familier dengan daun kesum. Aromanya gurih dan khas, cocok ditambahkan pada masakan daging, ayam atau ikan. Daun ini biasanya digunakan dalam bentuk segar. Cara menggunakannya, tambahkan 3-5 lembar daun kesum pada setiap masakan.

Daun Jintan Tampilannya yang tebal dan berbulu halus menjadikan orang menyebutnya sebagai daun tebal. Daun ini banyak dipakai di dapur Sulawesi. Aromanya merupakan kombinasi jintan dan adas. Iris halus dan tambahkan pada masakan berkuah untuk mendapatkan cita rasa khas dan tekstur yang kental.

Daun Suji & Daun Pandan Kedua daun ini biasanya digunakan secara bersamaan. Pandan untuk mengharumkan aneka kue, puding, es dan masakan sedangkan daun suji memberikan warna hijau alami pada kue dan minuman. Penggunaan daun suji biasanya ditumbuk halus dan diperas airnya sedangkan daun pandan dengan cara dipotong atau disobek-sobek.

Daun Bangun-Bangun Bumbu ini banyak digunakan di dapur Sumatra, terutama daerah Batak. Sepintas kenampakanya mirip daun jintan namun lebih tipis dan berbulu. Bagian yang digunakan adalah pucuk daun mudanya. Manfaatnya dapat dapat menghilangkan aroma amis pada olahan ayam/ikan.

Daun Gedi Orang Manado menggunakan daun gedi untuk mengentalkan, mengharumkan dan memberi rasa gurih pada masakan. Bubur Manado salah satu hidangan yang ciri kasnya memakai daun gedi. Gunakan 2-4 lembar daun gedi muda pada masakan untuk cita rasa maksimal.

Daun Miana Warnanya merah tua, karena keindahan daunya maka orang menanamnya sebagai tanaman hias. Miana banyak digunakan di dapur Toraja. Pilih pucuk daun mudanya dan tambahkan pada olahan daging kerbau atau babi agar bau tajam daging berkurang.

Daun Mangkokan Daun ini juga populer dengan sebutan Tapak Liman. Untuk bumbu, gunakan daun yang muda dan buang tulang daunnya sebelum ditambahkan pada masakan. Jika Anda mengolah otak sapi atau gulai kepala ikan tambahkan daun ini untuk cita rasa lebih lezat dan aroma amis berkurang.

Daun Jeruk Purut Termasuk bumbu daun yang banyak digunakan. Soto, soup, gulai, kari dan kalio akan lebih harum dan segar citarasanya dengan menambahkan bumbu ini. Aromanya harum, segar dan khas sehingga dapat mengurangi aroma amis dari daging, ayam maupun seafood.

Daun Kunyit Aromanya mirip kunyit, wangi dan khas sehingga dapat mengurangi aroma amis pada masakan daging atau ikan. Bumbu ini banyak digunakan di dapur Sumatra, biasanya ditambahkan pada masakan bersantan seperti gulai, kari dan kalio. Pilih daun yang tidak terlalu tua atau muda agar aroma maksimal.

Daun Werot Salah satu varietas dari tanaman puring. Orang menanamnya sebagai tanaman hias, namun kuliner Menado menggunakanya sebagai bumbu masakan. Hidangan daging babi, sapi, kerbau dan ayam akan berkurang bau anyirnya dengan menambahkan daun ini. Gunakan daun yang muda, buang tulang daunya dan iris halus sebelum ditambahkan pada masakan.

March 22, 2008

whatz..... no holiday!?!?!


sumpeh deh...... (gaya bercerita penulis = aku)
ini bukan blog curhat sih sebenarnya.... khusus blog makanan dan dunia radio....
akh cuman mempertanyakan mengenai hari liburku yang direnggut paksa...arghhhhzz, semacam diperkosa....massal lagi!
kantor udah sepi mulai dari selasa, hujan deres banget dan orang-orang menghilang.... rabu, look likes gedung tak berpenghuni (mereka hilang tanpa pesan sedikitpun) aku mengsms salah satunya "mba rika kemana?".........tit tit tit balasan kudapatkan "sorry rika lupa ngasih tahu, hari ini rika ngga masuk karena maagnya kambuh dan sekarang mau pergi kedokter"... aku cuman bisa bergumam...sabar........sabar............ bete nya klo ada orang nanya segala sesuatu hanya bisa ngeles dengan jawaban yang ngga tentu (supaya ngga kelihatan bodoh aja klo ngga ngerti apa mengenai segala isi kantor ini).... what hell going on here...... memuncak banget saat hari kamis selesai siaran pagi jam 9... harus stay sampai jam stengah 10 karena ngga ada yang nungguin kbr68h......! argh..... telpon terus berbunya dan dari seluruh penjuru, teman teman sudah mengajakku makan dan mengiming-imingkan ku dengan segala sesuatu yang berharga dan lezat!!!!! Oh my God.... ternyata yang siaran ngga datang..... penderitaanku terus berlanjut sampai jam 12 siang. dengan menahan lapar dan perut yang keroncongan dan sedikit sempoyongan aku harus bertahan hidup. Ya Tuhan...... jam 1 lewat..... penyiar jukebox juga tak kunjung datang... mana orang sebelah teriak-teriak siapa yang siaran.... arghhhhh aku cuman bisa bilang "bang, aku ngga siaran bioskop yah, aku capek....." baik hati sekali orang itu.... ia menawarkan untuk makan siang bareng di ayam gepuk "achiang". Sayang aku tolak karena cacing diperutku sudah ngambek dan moodku sendiri telah hilang..... aku putuskan untuk pulang saja dan berusaha untuk tidak menyesal menolak ajakan teman-temanku.... Perih dan pedih (alahhhh, berlebihan deh)..... jam 2 lewat nyampe kerumah dan langsung makan mie instant biar cepat makan. jam 3 sms berbunyi "jer kamu serius ngga siaran bioskop??, aku ngga pede siaran sendiri!" whatz.!!!!! mesti balik kantor lagi jam 4an.... argh... hilang semua impianku... kulangkahkan kakiku dengan gontai kestudio! dan berusaha untuk tersenyum kesemua orang....! hahahahahah walau perih..... tapi ku baik-baik saja......! sampai dikantor ternyata skript tak bisa dibuka karena error. alhasil aku harus lari bulak balik studio kantor untuk update infonya................... hari yang melelahkan..... jumat bawaannya bete ngga banyak yang dikerjain.. berusaha untuk tersenyum ke semua orang padahal aku ditinggal keluar kota ma gank buat surfing makanan enak blom lagi sabtunya udah ada kerjaan nunggu buat tukeran jadual (rencana sabtu pengen ngejar temen keluar kota jadi pulangnya pengen lebih awal jam 10an gitu) ...............dan berharap sabtu akan lebih baek karena kantor akan ramai. hari sabtu jam 6.30 pagi.... sms berbunyi.... :jer, rika ngga bisa masuk hari ini ye... rika masih ijin" walhasil aku harus bergerak mandi dan bangun untuk segera ngantor... fiuhhh! nyampe dikantor udah ngejelasin segala sesuatu sama ashri. anak training yang bersuara .......... (rahasia ya) jam 9.30.... aku menelpon mba dinie untuk mengkonfirmasikan jadualnya.... tapi ngga diangkat.... fiuh kembali berkutat dengan yang training...9.40 telpon kantor berbunya ada suara yang tak kukenal dari seberang "siapa yang siaran?' bingung juga mau ngejawabnya... sedikit kagok "dini pak" jawaban dari seberang, kbrnya tolong dimatikan ya, sampai setengah 10 arghhhhh mana ada tamu lagi nanyain order PLN.... mba yati...... aku berlari kekenari... masih berupaya tersenyum...... KEMANA ORANG ORANG>>>>>>>>>>>!!!!!! aku bergegas mematikan KBR68H dan hapeku berdering "jerry kamu harus tahu kalau KBR68H selesai jam 9.30 kan sudah saya tulis di kertas, kamu mesti baca setiap ada yang baru, kamu jangan ragu untuk menegur penyiar yang telat...dst....dst..." aku cuman bisa bilang"iya bu, iya, bu..." dengan sedikit berkunang-kunang! aku ternyata harus kembali siaran kepak karier menggantikan penyiar laen... beuh mampus sembari bulak balik kantor studio kantor studio.... telpon..... plz jgn bunyi lagi untuk saat ini... enough for today........!!!! big da*n Sh*t!! %#$&^#&$(*#)(*@^*&%^&*#!!!

March 21, 2008

pecal pontianak




nah pecal pontianak punya berbagai perbedaan dengan beberapa bahan yang sudah kita bahas tadi, dari hasil percobaan beberapa jenis pecal yang ada dipontianak, ada beberapa warung kaki lima yang sudah saya coba, isisan yang lazim ditemui dipecal pontianak adalah Lontong, mie kuning basah, sayuran rebus (kangkung, Kacang panjang, daun singkong dan tentu saja toge) serta ada yang menambahkan tahu goreng, ditambah dengan irisan timun. Sedangkan bumbun saosya terdiri dari kacang tanah goreng, bawang putih, cabe, kencur (ada yang menggunakan ada yang tidak), air asam jawa dan gula merah serta garam dan penyedap rasa (semua bahan tadi diulek sampai lumat dengan perbandingan tertentu sesuai dengan selera penjual maupun pembeli.
Nah seperti biasa kebanyakan yang menjual pecal ini adalah bibi madura. saya sempat merasa merasa agak kaget saat saya mencoba pecal yang dijual didepan gang deket panasonic(jalan penjara)(tepatnya diseberang jalan) jam bukanya cukup mengejutkan. mulai dari siang hari sampai mendekati jam 12an bahkan lebih. yang membuat berbeda adalah kebersihannya. bibi penjual mengenakan tutup kepala rapi, celemek dan selalu mencuci tangan saat membuat campuran pecel. saat disajikan piring dan sendok dilap sampai bersih dan baru pecel disimpan dipiring dan disajikan. cukup terkejut karena ini jarang terjadi (hehehehehe). Selanjutnya dari segi rasa, bumbu yang disajikan terasa lumayan gurih dan cukup kental. menurut saya pas untuk ukuran kaki lima. sayuran yang disajikan standart plus timun dan ditambah tahu goreng plus lontong, sajiannya pas untuk satu porsi, jika anda menikmati dengan segelas air teh hangat cukup dengan membayar Rp.6500,- cukup murah dan mengenyangkan. pas dinikmati dengan kerupuk jawa (kerupuk bulat dalam kaleng)lezat dan pas dinikmati siang hari!
tempat pecal yang sering saya kunjungi berikutnya adalah pecal kaki lima didepan gang perintis jaya di jalan purnama, rasanya tergolong biasa sampurannya kurang lebih sama minus tahu goreng dan seporsi dihargai Rp.5000 rupiah dan disini masi kurang enak dari segi rasa karena setiap hari rasa yang disajikan bias berubah-ubah (mungkin ngga ada standarisasi rasa, hehehehe tergantung mood si bibi penjual), namun yang perlu diperhitungkan adalah jumlah porsinya yang hitungannya banyak. Hmmmmm lumayan buat makan siang pulang kerja. Dari segi kebersihan , disini boleh juga. Lumayan bersih, cumin saying jalanan disini cukup berdebu sehingga cukup mengganggu kalau banyak kendaraan yang lewat..
Tembap berikutnya saya sering kunjungi waktu SMS dulu adalah pecal yang ada dipurnama hijau (untuk saat ini ngga tahu apakah masih jualan atau ngga) campurannya hanya mie kuning, lontong, dan sayuran rebus 2 jenis. Yang paling special disini adalah bumbunya. Dimana rasa kencur dan bawang putihnya begitu tajan (hmmmm lumayan bikin mulut bau) dan kacangnya tersa banyak sekali. Dulu satu porsi Rp2000,-. Ngga tahu sekarang….. cumin disini kebersihannya kurang banget….. agak-agak geli gimana gitu…..!
Nah dari semua tadi yang paling nampak membedakan dari pembahasan sebelumnya adalah penambahan mie kuning disana dan itu kebetulan menempati porsi yang lumayan banyak! Hmmmmmm! Agak berbeda emang!

Pecal, lotek, ketoprak dan gado gado




nah dipontianak ini saya agak merasa aneh dengan sajian pecal (pecel) dan gado-gado disini. ada yang cukup berbeda dengan tapilan disini ada beberapa yang sangat berbeda dari segi campuran dan isian yang digunakan. Ada baiknya kita mencari pengertian sebenarnya sebelum masuk kepembahasan nya.......
Pembahasan Pertama.....
Kalau kita lihat, bahan utama pecel, gado-gado dan sebangsanya adalah sayur. Di Indonesia setahu saya yang terbiasa makan lalapan (sayur-sayuran mentah.. bisa juga direbus terlebih dahulu, bisa berupa kangkung, ketimun, kebarat, keutara, keselatan, selada air, kol, terong, kemangi, leunca atau dedaunan yang mudah ditemui di kebun-kebun anda macem daun pepaya, daun katuk, daun mangga? entahlah.. coba saja sendiri kalau enak.. berarti bisa jadi lalapan juga tuh..) adalah orang sunda -konon katanaya paling enak punya pasangan hidup dari sunda karena dikasih makan daun juga mau- jadi patut kita curigai orang-orang sunda memiliki peran penting dalam mengkreasi gado-gado maupun pecel..
Lalu bumbunya.. sambel kacang.. sambel semacam ini sering kita jumpai pada penjual sate.. penjual sate biasanya diidentikkan dengan madura. Walaupun ini tentu saja salah kaprah karena mustahil seluruh orang madura jualan sate. Kalau semua orang madura jualan sate ntar yang jadi tukang cukur siapa?
Memang agak membingungkan asal sambel kacang ini, tapi yang pasti di sebagian besar wilayah Indonesia kacang mudah ditemui, jadi ada kemungkinan melalui suatu konsensus akhirnya disepakati bumbu kacang pantas mengiringi racikan pecel.
Penjelasan kedua
SAYURrebus, di pincuk daun disiram bumbu kacang.Taburan kecombrang menebarkan wangi segar, amat menggoda. Hidangan asal Jawa Timur ini membuat siapa pun kepincut.
Siapa tak kenal pecel? Penggemar gado-gado tentu tak asing juga dengan makanan pecel yang asalnya dari Jawa Timur ini.Ya, menu berbahan aneka sayuran rebus, seperti bayam, taoge, kacang panjang, kemangi ini memang mirip gadogado. Hanya,terdapat beberapa perbedaan bahan sayuran yang digunakan.

Kalau gado-gado biasanya ditambahkan lontong dan telur,pecel umumnya tanpa tambahan kedua bahan tersebut. Selain mirip gado-gado, penyajian pecel juga serupa salad yang biasa disantap orangorang Eropa. Hanya, kalau salad menggunakan topping mayones, untuk pecel topping-nya adalah sambal pecel. Rasa sambal pecel biasanya gurih dan pedas menyengat, kendati bisa disesuaikan selera. Bahan utamanya adalah kacang tanah dan cabai rawit yang dicampur bahan lainnya, seperti daun jeruk purut, bawang, asam jawa,merica, garam.
Pecel bisa disantap dengan atau tanpa makanan pendamping (digado saja). Untuk menu sarapan pagi, bisa juga ditambah nasi. Penyajiannya bisa di atas piring ataupun dengan daun pisang (dipincuk).”Pecel dari daerah Jawa Timur ini cocok untuk menu sarapan. Kecuali banyak memakai sayuran, lauk pelengkapnya bisa dipilih sesuai selera. Ada empal daging, mendol tempe, tempe bacem, atau sate kerang
Menu pecel yang disajikan di restoran yang baru dibuka kurang dari empat bulan lalu ini memang lebih lengkap dibanding pecel lain. Sebab, selain berisi sayuran, juga ada peyek, orek tempe, serta empal daging suwir. ”Untuk memberikan unsur aroma wangi pada pecel, bisa juga ditambahkan irisan kecombrang dan daun kunyit yang direbus,
Penjelasan ketiga
Salah satu lotek Bandung yang terkenal dapat dijumpai di Jalan Kalipah Apo
(sudah punya cabang di Jakarta). Sayurnya hanya kangkung, tauge, dan kol
yang direbus. Disiram dengan saus kacang pedas. Perbedaannya dengan pecel
dan gado-gado adalah bahwa saus kacangnya memakai bumbu kencur (cikur), air
asam, dan kentang yang diulek halus. Imbuhan kentang rebus dalam saus kacang
itu membuat rasanya lebih legit dan mlekoh. Bumbu-bumbu lainnya mirip sambel
pecel, yaitu cabe, cabe rawit, gula merah, bawang merah dan putih.

Bila lotek ditambah berbagai "aksesoris" - misalnya kentang, tahu/tempe
goreng, telur rebus, dan berbagai sayur lain - maka hidangan itu disebut
gado-gado.Artinya, kunci kelezatan lotek Bandung dengan sayuran yang
sederhana itu justru terletak pada kelezatan bumbu kacangnya yang mlekoh
dengan rasa kencur dan asam yang dominan.

Di Jawa, khususnya di sekitar Yogya-Solo, lotek juga populer. Tetapi, lotek
di Jawa sangat berbeda dengan lotek Bandung, yaitu karena bumbu kacangnya
ditumbuk kasar dan tidak dicampur kentang rebus. Rasanya juga lebih manis
karena memakai gula merah lebih banyak.

Kalau mau tetap membuat perbandingan, lotek Bandung lebih mirip dengan pecel
di Jawa. Apalagi karena pecel Madiun juga bumbu kacangnya memakai kencur.
Maklum, pecel dan gado-gado adalah hidangan populer yang punya sangat banyak
siblings alias saudara. Selain lotek, ada karedok (Sunda), ketoprak
(Betawi), rujak cingur (Surabaya), rujak juhi (Peranakan), rujak Shanghai
(Tionghoa), dan lain-lain. Semuanya mempunyai kesamaan, yaitu sayur-mayur
yang diberi kuah (kebanyakan kuah kacang). Jenis sayur dan cara memasak
sayur - di samping perbedaan saus atau kuahnya - membuat yang satu berbeda
dari yang lain. Karedok, misalnya, memakai sayuran yang tidak direbus.

Persamaan yang lain adalah berbagai jenis kerupuk yang menyertai semua
hidangan yang disebut di atas. Gado-gado cocoknya dengan emping mlinjo atau
kerupuk udang. Lotek juga dihidangkan dengan kerupuk udang. Pecel Madiun
cocoknya dengan kerupuk gendar atau karak asin yang di sana disebut lempeng.
Pecel juga cocok dimakan dengan rempeyek - baik itu rempeyek kacang,
rempeyek kedelai, maupun rempeyek teri. Sedangkan ketoprak dimakan dengan
kerupuk tapioka.
Selain masing-masing jenis makanan yang disebut di atas mempunyai
kekhasannya sendiri-sendiri, tiap-tiap jenis pun punya varian. Gado-gado,
misalnya, ada yang berbumbu kacang mede, bukan kacang tanah. Ada pula yang
selain memakai air asam juga dibubuhi jeruk limau, sehingga menimbulkan
aroma yang khas.

KAREDOK
Karedok merupakan makanan khas dari Jawa Barat yang paling mendekati kesamaan dengan salad ala Amerika, yaitu sayuran yang digunakan sebagai bahan utama masih mentah. Bahan yang dipakai untuk pembuatan karedok adalah beberapa sayuran mentah, umumnya terdiri dari kacang panjang, irisan halus kol, taoge, daun selada (biasanya selada air), daun kemangi untuk penambah rasa dan aroma aromatik, mentimun, dan terung hijau Sedangkan sausnya dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah sangrai, air asam, gula jawa, garam dan terasi yang dihaluskan. Semua bahan sayur disajikan didalam piring saji beralaskan daun pisang dan setelah hendak disajikan baru disiram dengan bumbu saus dan diaduk rata. Biasanya karedok disajikan bersama nasi hangat yang telah ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Citarasa karedok agak unik karena merupakan gabungan antara rasa kesat sayuran mentah dengan perpaduan keharuman kacang tanah sangrai dan citarasa aromatik dari daun kemangi. karena rasanya yang segar ini karedok sangat cocok dinikmati disiang hari saat udara terik......ahhhh

GADO-GADO
Ditinjau dari bahan baku dan bumbu yang digunakan, gado-gado sangat mirip dengan karedok. Perbedaan yang paling menyolok antara keduanya adalah dalam hal proses pengolahannya, yaitu ada proses pemasakan bahan baku pada pembuatan gado-gado. Gado-gado adalah salah satu makanan yang berasal dari Jakarta yang berupa sayur-sayuran yang direbus (kol, tauge, kangkung) irisan mentimun, potongan telur rebus, kentang goreng, sepotong tahu/tempe goreng dan dicampur jadi satu, dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan.
Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu/saus kacang, tapi juga dapat dimakan beserta nasi putih atau terkadang juga disajikan dengan lontong, ditaburi bawang goreng dan disajikan dengan emping goreng.
Mungkin karena kelengkapan isian (sayur dan lauk) hidangan ini dinamakan gado-gado, hidangan yang cukup mengenyangkan ini (apalagi bila dinikmati bersama nasi putih atau lontong) cocok dinikmati diwaktu branch yakni disela-sela waktu sarapan dengan makan siang.

LOTEK
Lotek hampir sama dengan gado-gado, yakni makanan berupa rebusan sayuran segar yang disiram saus kacang, namun sebagai bahan saus disamping kacang seringkali ditambahkan terasi dan seiris tempe goreng sehingga tekstur dan citarasa sausnya lebih pekat. Perbedaan besar yang terdapat dalam lotek yaitu selain sayuran segar yang direbus tidak ditambahkan lagi jenis lauk pauk seperti yang terdapat pada gado-gado. Biasanya lotek disajikan dengan lontong atau kupat (ketupat dalam bahasa sunda).

KETOPRAK
Ketoprak adalah salah satu jenis masakan khas Indonesia yang mudah dijumpai. Biasanya ketoprak dijajakan menggunakan kereta dorong di jalan-jalan atau di kaki lima. Ketoprak memiliki kekhasan, yaitu praktis tidak memiliki unsur hijauan daun. Sayuran yang menjadi komponen utamanya hanyalah tauge. Komponen utama lainnya adalah potongan tahu goreng, bihun, telur rebus, yang dilengkapi dengan saus kacang, kecap, dan taburan bawang merah goreng. Dapat pula dihidangkan dengan tambahan kerupuk atau emping melinjo.
Beberapa versi ada pula yang menyertakan tempe sebagai komponennya.

PECEL
Pecel adalah makanan khas Jawa Tengah dan Timur yang terbuat dari rebusan sayuran berupa bayam, tauge, kacang panjang, kemangi, daun turi, krai (sejenis mentimun) atau sayuran lainnya yang dihidangkan dengan disiram sambal pecel. Konsep hidangan pecel ada kemiripan dengan salad bagi orang Eropa, yakni sayuran segar yang disiram topping mayonaise. Cuma untuk pecel toppingnya sambal pecel. Bahan utama dari sambal pecel adalah kacang tanah dan cabe rawit yang dicampur dengan bahan lainnya seperti daun jeruk purut, bawang, asam jawa, merica dan garam. Pecel sering juga dihidangkan dengan rempeyek kacang, rempeyek udang atau lempeng beras. Selain itu pecel juga biasanya disajikan dengan nasi putih yang hangat ditambah daging ayam atau jerohan. Cara penyajian bisa dalam piring atau dalam daun yang dilipat yang disebut pincuk. Masakan ini mirip dengan gado-gado, walau ada perbedaan dalam bahan-bahan yang digunakan. Rasa pecel yang pedas menyengat menjadi ciri khas dari masakan ini.

March 18, 2008

MC GIRLAIN 2 malang






Kembali lagi ke Malang....... kota penuh kenangan dan cerita...
mac girlain 2 terletak di boulevard sukarno hatta. tempat makan lesehan yang satu ini katanya sih terkenal dengan ikan bakar dan sambalnya yang bermacam jenis itu. nah kalau kita dari arah tugu pesawat, warung ini berada disebelah kiri (kawasan soekarno hatta sekarang menjadi pusat makanan tentunya saat ini)......
Nah warung ini biasanya buka selepas magrib dan cukup ramai pada hari-hari tertentu saja. Warung ini juga merupakan cabang dari mac girlain 1 (tentu saja hehehehehe) menu-menu yang disajikan disini adalah ayam bakar, ayam bakar kecap, berbagai macam ikan bakar yang dibayat sesuai berat timbangan dan juga ada beberapa jenis seafood siap bakar.
Nah dari segi pelayanan emang agak kurang. Pelayan dating mengantarkan menu tanpa bertanya-tanya langsung meninggalkan bon untuk ditulis sendiri oleh pelanggan. Blom lagi wajah yang tidak ada ramahnya sama sekali. Membuat pelanggan juga malas untuk bertanya. Dan pelanggan akan memanggil setelah semua pesanan tertulis dibon.
Kali ini saya memesan ayam panggang kecap, ayam panggang, nasi bakar, es teh tawar dan juice jambu merah yang telah lama saya idam-idamkan karena keseringan lewat dipojokan belakang katedral (disana ada penjual jambu merah dan juice jambu merah)
Nah disini juga timbul ketidaknyamanan saya, ada pengunjung yang dating belakangan namun pesanan sudah diantarpadahal kami sudah cukup menunggu lama, akhirnya pesanan kami dating juga dengan sajian yang dipesan plus ditambah sambal kecap dan sambal bajak, lalapan dan ditambah dengan plecing kangkung yang saya lihat lebih mirip kangkung tumis kecap (baik dari segi rasa dan bentuk)
Sekarang waktunya icip-icip nih. Pertama saya lakukan adalah mencicipi ayam plus sambal yang disajikan…. Rasanya enak juga sayang bumbu ayam masih kurang meresap dan sambal yang disajikan dalam jumlah yang sedikit. Menurut saya lebih baik konsumen disuruh memilih sendiri sambalnya sehingga bisa disajikan dalam porsi yang lebih besar dan ayamnya bisa melalui proses pemanggangan yang lebih lama agar bumbunya lebih meresap, kekecewaan saya agak terobati dengan adanya juice jambu merah (selalu menggoda saya saat melewati jalan belakang katedral, disana ada penjual jambu merah kiloan plus juicenya) dan juga adnya plecing kangkung. Saatnya mencoba nasi bakarnya…. Arghhh saya kembali kecewa karena nasinya telah dingin dan nasinya agak becek sehingga aroma daun pisang kurang bias keluar dan tereksplorasi dengan baik….
Setelah itu saya tidak menghabiskan pesanan saya dan membayar Rp.28.000,- untuk semuanya…. Worth it ngga ya????

Warung soto dan bakso TETEH






Tempat makan yang satu ini paling sering dikunjungi oleh crew Volare network, mulai dari produksi, operator, administrasi, keuangan sampai para penyiar. Nah tempat makan yang satu ini agak jauh dari mulut gang, berjarak sekitar 500 meter. Menempati satu sudut tanah dan berbentuk warung sederhana nan mungil dan sedikit sempit untuk dikunjungi orang-orang bertubuh besar (hehehehe). Kalo dilihat dari segi pelayanannya sangat memuaskan dan teteh ini terkenal ramah dan suka berbicara tentang segala hal (termasuk bergosip ria dengan para penghuni Volare). Pelayanannya terkesan cepat dan maksimalserta khas pelayanan ala makan dirumah sendiri. Dari segi pelayanan Warung Makan teteh emang SIP…..Lahhhhh!
Nah Makanan yang disajikan dan pasti saya pesan adalah soto…. Makanan berkuah nangurih ini emang terasa pas banget kalau dinikmati siang hari. Ditilik dari jenisnya, ada bermacam-macam jenis soto, saya akan mencoba mencari referensinya…

Soto, sroto, atau coto adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah sapi dan ayam, tapi juga babi dan kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis soto sendiri, dengan kandungan yang berbeda-beda, misalnya soto Madura, soto Betawi, soto Padang, soto Bandung, soto Sokaraja, soto Banjar, coto Makassar . Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya soto ayam, soto babat, soto kambing. Soto memiliki banyak kemiripan dengan sop.

Karena ada beberapa jenis soto di Indonesia, masing-masing mempunyai cara penyajian yang berbeda-beda. Soto bisa dihidangkan dengan berbagai macam lauk, misalnya kerupuk, perkedel, emping melinjo, sambal, saos kacang, dan lain-lain. Seperti kita ketahui bahwa makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, sehingga soto biasanya dihidangkan dengan nasi sebagai menu utama. Namun, ada perbedaan dalam hal menu utama nasi tersebut. Kebanyakan soto dihidangkan secara terpisah dengan nasi, seperti Soto Betawi, Soto Padang, dan lain-lain. Namun, ada juga yang dihidangkan bersama dengan nasi atau soto campur nasi, misalnya Soto Kudus. Selain itu, ada juga soto yang dihidangkan dengan lontong atau nasi yang sudah dimasak dengan dibungkus daun pisang, misalnya Coto Makassar. Kemudian, ada juga yang memakai mie, dan bukan nasi sebagai menu pokoknya, misalnya Soto Mie Bogor.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Soto"

Nah, kalau ditilik dari referensi tadi, soto teteh ini berjenis soto jawa yang telah dimelayukan (ceile bahasanya hehehehe) dimana perpaduan sotonya terasa seperti soto jawa namun minus kelapa goreng sangrai (koyah) yang dihaluskan dan taburan bawang putih goreng yang dihaluskan, serta tidak menggunakan toge pendek. Yang special di soto teteh adalah ceker yang direbus sampai tulangnya menjadi lunak! Wow sungguh padanan yang tepat untuk semangkuk soto! Dan ini yang membuatnya menjadi berbeda, penikmat soto tidak usah repot takut kotor menggunakan tangan untuk memegang ceker dan menikmatinya.
Campura soto teteh : Mihun, telur ayam rebus, suwiran ayam dan tauge dan dan siraman kuah soto dan taburan bawang goreng dan potongan daun bawang serta pilihan pendamping nasi atau lontong dan tentu saja kerupuk disajikan terpisah.
Minuman yang disediakan es the dan es sirop. Dengan harga perporsi Rp 5000,- dan dengan membawa uang Rp.7000,- sudah bisa menikmati sepuasnya sampai kenyang.
Over all…. Patut dicoba dan dinikmati!
Namun sayang, tempatnya terlalu kecil serta nyempil (agak susah ditemukan) dan masih kurang rapi

March 15, 2008

Kekecewaan Seorang Peserta seminar “Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi” oleh KPK dan “Restrukturisasi PT.PLN (Persero),





Saya adalah seorang pekerja radio yang kebetulan mendapat undangan dari kedua panitia tersebut, saya mewakili pimpinan ditempat saya bekerja. Kebetulan saya saya datang keseminar pertama yang diadakan oleh KPK, di Hotel Kapuas Pontianak dan saya datang agak terlambat karena harus kekantor terlebih dahulu. Pada saat registrasi saya diberi lembaran belakang materi fotocopian untuk registrasi peserta. Lebih parahnya saya tidak mendapat paket seminar seperti peserta. Hanya mendapat 2 lembar poster, 1 stiker dan 1 fotocopian pegangan seminar untuk 1 materi saja. Saya cukup kecewa karena saat saya bertanya apakah tersedia bahan lainnya , Bapak penjaga registrasi berkata mereka sudah kehabisan dan menyuruh saya untuk meminjam kepada peserta lain untuk difotocopi sendiri seraya menunjuk tempat fotocopi yang berada disebelah tempat seminar. Apakah itu jawaban bijak oleh panitia penyelenggara? Setelah itu saya menanyakan keberadaan sertifikat? Jawaban panitia, “sertifikat tidak jadi dikeluarkan karena takut disalahgunakan?”. Sungguh jawaban yang aneh. Saya bertanya kesiapan panitian terhadap undangan yang disebarkan. Yang jelas saya adalah tamu UNDANGAN disana.
Selanjutnya saya ke seminar kedua yang diadakan oleh SP PT.PLN Persero di Auditorium UNTAN. Kembali saya kecewa karena disana meja registrasi telah kosong dan petugas disana Cuma mengatakan, “dah masuk-masuk jak tuh handbooknya ada didalam kardus”, dan itu membuat saya tidak registrasi. Saat saya masuk mengikuti seminar dan saya harus kembali kekantor untuk pelaporan materi yang saya liput. Saat saya kembali untuk menanyakan sertifikat, saya tersandung masalah karena saya tidak registrasi. Saya harus menunggu pengerjaan sertifikat ternyata setelah hampir 20 menit ditunggu. Sertifikat tidak keluar alasannya Bapak yang menandatangani sertifikat tidak ada. Sungguh aneh. Panitia tidak menghitung jumlah undangan yang disebar. Dan pada saat itu saya juga ditinggal tiba-tiba oleh petugas wanita karena harus berfoto bersama teman-temannya diatas panggung. Dan setelah lama berdiri petugas berkata, “sudah, ambil aja besok dicabang!”. Sungguh tidak bijaksana! Saya kecewa dengan kesiapan panitia. Saya pikir semua sudah siap. Dimana saat seminar berlangsung, panitia sibuk ngobrol satu sama lain sambil makan snack dan bahkan merokok sambil minum kopi. Sekali lagi saya datang keseminar tersebut atas UNDANGAN panitia

Postingan ini sudah saya kirim kebeberapa media massa dan dicetak oleh pontianak post edisi sabtu 15 maret 2008

March 11, 2008

Bakso Lapangan Tembak Part 2






Nah untuk part ke 2 ini saya akan ngebahas mengenai bakso lapangan tembak yang ada dipontianak, berada dijalan sutan syahrir abdurahman berada dekat ozone café tepatnya…
Nah dari data makanan yang tersedia disana jumlah jenis makanan bakso yang disediakan cuman 2 jenis secara garis besar. Bakso goreng dan bakso kuah, dan lebih mengejutkan lagi disana lebih banyak disediakan item menu pendamping yang sangat banyak dan saya rasa lebih kearah chinesse food. Sebuta aja nasi goring cap cay dan laen laen dan sedikit banyak beraroma seafood. Menurut saya mending jangan dikasi nama warung bakso deh… kasi aja nama restoran Lapangan Tembak… karena klo mau warung bakso paling ngga item yang disediakan harus lebih banyak dari makanan pendampingnya! Ya ngga!!!?
Nah dari segi pelayanan yang disajikan memang sesuai dengan standart frachaise, saya termasuk orang yang bahagia untuk kembali makan jika pelayanan baik dan ramah. Pelayan menghampiri konsumen ke meja dan langsung memberikan senyum, daftar menu dan bon seraya bertanya “mau pesan apa?’ dan saat kita bertanya item-item yang ada, pelayan dengan senang hati menjelaskan apa saya bahan yang ada dimakanan tersebut. Setelah itu pelayan pergi sambil membawa bon dan berkata “tunggu sebentar” serta meninggalkan daftar menu agar konsumen akan mudah mencari item lain kalau ia ingin menambah pesanan berikutnya. APPLAUSE untuk pelayanannya!
Nah pesanan yang kita inginkan, Dini Hazel (seorang penyiar yang punya tujuan untuk melihat mantannya ketimbang ingin mencicipi baksonya, huahuahua) memesan Bakso kuah (berisi 4 bakso berukuran sekepalan bayi 2 tahun) dan diberi mihun dan taburan bawang goreng dan daun seledri serta kuah tentunya, serta es belang-belang yang ternyata berisi cincau, lidah buaya dan syrup marjan (biasa aja sih… dan yang lebih mengagetkan adalah harganya Rp.10.000,- GOD… mahal banget), pandi (seorang operator radio yang selalu tampil sesuai dengan karaternya dan paling enak diajak ngobrol) memesan nasi goreng special (terdiri dari nasi, ayam, bakso goreng, telur mata sapi, dan ditambah garnish potongan timun 2 slices dan tomat 1 slices serta dimasak menggunakan berbagai macam saos yang sudah sering saya jelaskan) serta es teh manis, sedangkan saya sendiri lebih tertarik memesan makanan favorit, nasi goreng seafood (hampir sama itemnya cuman ayam diganti cumi dan udang) serta es lemon tea leechy kesukaan saya juga.
……….. menunggu pesanan datang sambil mengobrol hal-hal ngga penting………….
Oke dari segi rasa saya akan berkomentar… mengenai pentol bakso yang disajikan memang terlihat besar namun sayang didalamnya banyak rongga dan bakso tidak terasa kenyal (bandingkan dengan bakso kota Malang) singga kurang membal ditiap gigitan dan rasa daging sangat tipis. Nah untuk es belang-belang dari tampilan penyajiaannya kurang menarik seharusnya antara lidah buaya dan cincau disajikan selang seling sehingga terlihat belang-belang (disitu disajikan lidah buaya didasar, cincau diatas) lebih gurih lagi menurut saya jika ditambah sedikit santan kental! Sedangkan untuk nasi goreng yang saya nikmati memang terasa cukup gurih namun tekstur nasi kurang pas untuk nasi goreng, seharusnya bisa lebih keras lagi. Dan campuran seafoodnya terasa sangat kurang karena cumin ada cumi dan udang (menurut saya jangan dikasi nama nasi goreng seafood. Lebih baik dikasi nama nasi goreng udang cumi karena seafood terdiri dari udang,cumi,kepiting dan ikan) dan perhatikan juga teknik pemotongan cuminya. Jangan asal-asalan karena tidak sedap dipandang mata. Rasa oke tampilan jangan terlewatkan. Dan seafood tadi paling enak dengan tambahan sambal bajak plus saos tomat dan saos cabe sebagai cocolannya….. siplah cocolannya. Untuk es lemon tea leechy…. Greatfull taste…. Pas perpaduaannya. Untuk nasi goreng specialnya, kayanya sudah oke dari segi rasa terlihat dari bang pandi yang terlihat lahap menghabiskan makanannya…. Cuman ada kejadian tak mengenakkan saat terdapat POTONGAN PANTAT AYAM plus BULUnya sekalian disana. Ihhhh membuat selera makan rada berkurang (untung bang pandi bisa menghabiskan sampai sendokan terakhir)…. Es the manis pasti tambah segerlah…
Oh ya satu lagi nih…. Tempatnya emang rada terbuka sehingga banyak lalat yang kesana sini sehingga agak mengganggu saat makan, terutama seafood. Pengelola bisa melakukan pencegahan dong… biar lebih higienis….! Masa jorok…. Jangan lupa untuk kolam air ditengah ruangan bisa ditambah pancuran biar ada aliran air (kan fengshuinya jadi bagus). Jangan lupa juga pegawainya lebih diarahkan, sehingga saat ngga ada tamu pegawai tidak berkumpul didepan meja delivery sambil duduk santai dan mengobrol!
OVER ALL…………. Tempat makan ini MAHAL banget…. Kata dini ama pandi bisa-bisa 2 tahun sekali makan disini…
Untuk menu yang saya pesan tadi saya harus menghabiskan Rp.25.000,-
WORTH IT ngga?? Ada comment??

Bakso lapangan tembak pontianak part 1




Hmmmmm permintaan komentar tentang tempat makan yang satu ini sudah tidak bisa ditawar-tawar. Thank you for dinie and pandi yang sudah membawa saya (dodonjerry) ketempat makan BAKSO cabang lapangan tembak senayan.. nah setelah saya cek di google.co.id banyak situs yang memuat tentang bakso ini. Saya mencoba mencari informasi…. Dan ternyata banyak yang bilang enak….. bagaimana dengan yang diPontianak? Apakah semegah dan seenak diJakarta…. Saya juga kurang tahu apakah ini sejenis waralaba atau cuman nebeng nama….
Ini adalah data yang saya dapat dan dihimpun dari berbagai sumber…

Contact Info :
Bakso Lapangan Tembak Senayan
Mangga Dua Square
Jakarta Utara
DKI Jakarta - Indonesia
PH 1: (021)6231-2644
Business Hour
10:00 - 21:00
Special Menu
Bakso Bihun
Bakso Goreng
Delivery Area
Mangga Dua Square Dan Sekitarnya

Dari Bakso Gerobak Menuju Mancanegara
Berdagang bakso keliling sejak tahun 1970, tidak terpikir oleh Widyanto akan menjadi bos dari 65 gerai jaringan Bakso Lapangan Tembak Senayan dan mempekerjakan 2 ribu karyawan. Bahkan, hendak ekspansi 30 cabang ke luar negeri.
Bagi Ki Ageng Widyanto Suryo Buwono – nama yang dianugerahkan Sultan Hamengkuwono IX tahun 1980-an – menjadi pengusaha pada 37 tahun silam adalah mimpi di siang bolong. Bagaimana tidak, pada saat itu – sekitar tahun 1970-an – ia hanya mengisi hari-harinya dengan berdagang bakso ala kadarnya. Pekerjaan itu pun dilakoni lantaran impitan tekanan ekonomi yang pas-pasan. Harapan kerja kantoran dibuang jauh-jauh, karena ia hanya mengantongi ijazah STM 1 Solo.

“Bakso adalah makanan yang simpel dan siapa pun bisa makan. Bisa sebagai camilan dan mengenyangkan perut,” ujar lelaki yang akrab disapa Widyanto itu. Maka, ia pun mulai berdagang bakso pikul di Solo. Tidak puas dengan hasil jualan di Solo, pada 1971 ia memutuskan hijrah ke Jakarta.

Setiap hari Widyanto keluar-masuk kampung menjajakan bakso pikulnya. Di siang hari, biasanya ia mengelilingi gang kampung Petamburan, Slipi, Pejompongan dan Gelora Senayan. Dan malam harinya, ia biasa mangkal di kawasan Lapangan Tembak Senayan (kini telah berubah menjadi Hotel Mulia – Red.)

Rupanya dari Lapangan Tembak itulah, Widyanto menemukan pelanggan-pelanggan yang ketagihan dengan baksonya. Saat itu, pelanggan menyebutnya sebagai bakso ala Jowo. Sehingga akhirnya, di tahun 1982 ia memutuskan mangkal tiap hari di luar pagar kompleks Lapangan Tembak Senayan.

Dewi Fortuna berpihak padanya, karena tahun 1983 ia diizinkan memboyong gerobak baksonya ke dalam kompleks, dan sejak itu baksonya dikenal masyarakat dengan sebutan Bakso Lapangan Tembak Senayan. Jika ingat pada waktu itu, warung bakso yang berada di lokasi parkir itu dipenuhi oleh mobil yang ingin jajan di sana. Para tamu rela makan sambil berdiri atau bahkan makan bakso di mobil masing-masing karena tidak mendapatkan tempat duduk. Dan sudah menjadi pemandangan lazim, setiap sore para atlet pelatnas (atletik, bulutangkis, renang, menembak dan sebagainya) terlihat makan dan kongko-kongko di sana. Pendeknya, warung bakso Lapangan Tembak ini ngetop di kalangan atlet nasional dan masyarakat sekitarnya.

Di tengah masa keemasannya, banyak pejabat ataupun tokoh masyarakat yang mencicipi baksonya. Bahkan karena popularitasnya, Widyanto memperoleh kemudahan membuka beberapa gerai di lingkungan Senayan. Selain di halaman Gedung Bulutangkis, Widyanto juga memperoleh izin menyewa lahan untuk buka warung bakso di Kelurahan Lapangan Tembak Senayan yang ditempatinya hingga sekarang. Setidaknya ada 7 cabang warung yang berhasil dikembangkan Widyanto hingga 1998.

Namun, perjalanan bisnis Widyanto tidak berlangsung mulus. Seperti kata pepatah, semakin tinggi semakin kencang tiupan anginnya. Begitu pula Widyanto. Ia pun sempat digerogoti oleh masalah hengkangnya anak buah mendirikan warung bakso sendiri. Atau bahkan ketika kerusuhan Mei 1998, ia terkena imbasnya. Gerai baksonya di Pasar Minggu tak luput dari amukan massa. Kegagalan masih menggelayuti usaha Widyanto. Beberapa tahun kemudian cabang baksonya di Roxy Mas dan Kelapa Gading juga tidak mendatangkan banyak profit. “Saya sadari, kegagalan ini karena saya salah strategi memilih lokasi yang tepat,” pengusaha kelahiran Wonogiri, 15 Juni 1949 ini mengeluhkan.

Setelah berhasil menata kembali warung-warung baksonya yang tersisa, mulai tahun 2002 Widyanto mengubah strategi. Ia menetapkan bakso Lapangan Tembak harus berkembang, dan mengubah posisinya sebagai bakso untuk kalangan menengah-atas. Karena itu, ia nekat membukai gerai di Mal Pluit. Rupanya sambutan konsumen antusias, sehingga Widyanto tertantang untuk terus mengembangkan ke pusat perbelanjaan.
------------------------------------------------------------------------------------



AHA.... ternyata memang benar! ini adalah perusahaan WARALABA. Tapi dari berbagai versi dari beberapa milis yang saya baca kebanyakan bilang ngga enak, biasa, dan ada beberapa yang bilang enak… namun dari kebanyakan orang berkata porsinya dihargai terlalu mahal dan harus menebus dengan harga 3 mangkok bakso ditempat lain.
Hmmmmmm penasaran juga…. Saya akan bahas disession ke 2. bakso lapangan tembak!

March 10, 2008

warung jusela cak ndek jl penjara





nah tempat mangkal yang satu ini termasuk tempat yang sering saya kunjungi akhir-akhir ini karena kebetulan saya paling suka nongkrong di areal parkir panasonic bila mmalam tiba buat ngobrol ama konco-konco yang berprofesi beraneka ragam. mulai dari dokter hewan, pegawai pemda ketapang, psikolog ngerangkap perawat, satpam, pecinta bunga dan futsal, tukang potong rumput sampai centeng istri muda. so complicated!
Nah warung makan ini terletak sekitar 200 meter dari panasonic. menu yang tersedia ada bermacam penyet, ayam, lele dsb dengan pilihan nasi putih atau nasi uduk. tersedia juga nasi goreng berbagai topping dan tersedia berbagai macam minuman dan tentu saja pilihan minuman yang beraneka ragam.
kalau dari penyet yang disajakin emang terlihat lebih mirip dengan judul lalapan hehehe. namun sayang sayuran yang disediakan cuman kol dan ketimun saja, sangat kurang untuk porsi lalapan tapi pursi lauk yang disajikan benar-benar menggembirakan. Untuk lele sebanyak 3 ekor ukuran sedang dan ayam seperempat ekor untuk ukuran 1 kiloan. cukup fantastis dengan sajian nasi yang standart! untuk lele saya tidak menikmatinya karena saya tidak cukup berani untuk memakannya sedangkan untuk ayamnya sendiri terasa biasa dengan bumbu ungkep yang cukup terasa dan digoreng kering garing dan lumayan untuk keadaan lapar. namun sekali lagi ini lebih tepat dinamakan lalapan bukan penyet!!! karena ayam atau lele atau apapan tidak dipenyet diatas sambal diatas cobek melainkan disajikan diatas piring ceper!\
Untuk nasi goreng, jelas sekali rasa yang ditampilkan adalah nasi goreng ala jawa. dimana disana menggunakan bumbu bawang putih dan bawang merah, cabe dan kecap serta tidak menggunakan kecap ikan, kecap saos, saos tomat dan bumbu untuk nasi goreng chinesse. rasa yang muncul pertama kali saat dimulut adalah rasa bawang putih dan aroma kecap yang kuat serta sedikit asin disana.... masih cukup oke untuk dinikmati saat hangat dan cuaca dingin. namun yang terasa kurang adalah rasa nasi yang terlalu lembut dan tidak terlalu cocok untuk nasi goreng...... ada tambahan tomat dan timun untuk garnish serta kalau pesan spevial akan ada tambahan telur dadar yang menutupi seluruh permukaan nasi. hmmmm menurut saya yang paling membuat beda adalah taburan ayam kecap yang terasa kering dan sangat menggugah seleru. sayang kuantitasnya tidak banyak karena hanya sebagai taburan..... untuk minuman tidak ada yang special karena semua bisa didapatkan dimana saja..... harga yang tiwarkan untuk nasi goreng special plus minuman berkisar rp 12.000 rupiah dan nasi goreng biasa plus minuman berkisar Rp.8000 rupiah sedangkan untuk lalapan sendiri berkisar Rp.15.000,-blum ditambah minuman.. gimana menurut anda?? cukup mahal atau cukup murah untuk ukuran pontianak?
silakan berkomentar dan mencoba sendiri.... untuk yang satu ini saya tidak menyarankan atau menyarankan untuk mencoba. semua terserah anda......

kwee tiaw jl antasari


Sore ini kebetulan ada temen saya dateng dari SINTANG untuk menyelesaikan pekerjaan kantor di pontianak... dan setelah bercakap-cakap dan bersenda gurau kini saatnya untuk menikmati makan malam yang yUMmy.... dan seperti biasa terjadilah perdebatanuntuk memilih tempat makan dan kebetulan kita sedang berada di MEGA MALL A yani.... seorang ingin memilih makanan didalam mall yang bertaraf internasional sedang yang satunya ingin makanan kelas kaki lima tapi rasa hotel punya...
berhubung cuaca dingin dan kita kompak tidak mau makan yang berat-berat akhirnya diputuskan untuk menikmati Kwee tiaw goreng hangat dan lezat dan berbahan dasar sapi dan olahannya......
href="http://2.bp.blogspot.com/_cflQ2KK7n8A/R9YiDUekYUI/AAAAAAAAAG0/v0NpBGrNCT0/s1600-h/19.jpg">

OK... kita putuskan untuk kwee tiaw antasari yang sudah terkenal itu... Pada saat pertama sampai keparkiran lokasi emang ngga terasa sesuatu yang heboh dan menunjukkan kalau tempat makan ini terkenal dan melegenda.... dan pada saat menginjakkan kaki dipintu masuk maka bau kelezatan dan kegurihan akan langsung menyergap dan memenuhi hidung! wowww lezat banget!
Saat masuk kita akan langsung memilih bangku sendiri dan melihat daftar menu yang udah terpampang dimeja, sayangnya saya tidah melihat price list terpampang disana dan klo membahas undang-undang konsumen, tentu saja itu telah menyalahi aturan dan bisa dituntut demi hukum.... hehehehehehe dan kebetulan karena saya ditraktir jadi saya tidak tahu harga pastinya. Menurut perkiraan saya kemungkinan berkisar sekitar Rp 15.000,-
href="http://2.bp.blogspot.com/_cflQ2KK7n8A/R9YiEUekYVI/AAAAAAAAAG8/9atq1w3xC60/s1600-h/20.jpg">


oke... masalah pelayanan yang disediakan seperti biasa sangat minim, khas warung makan chinesse kota pontianak. datang, duduk, pesan, semua dilakukan sendiri. dan itu akan mengurangi penilaian, namun sayangnya orang pontianak terkadang lebih mementingkan rasa dan banyak bertoleransi (menurut PANDI, operator Volare FM), namun menurut saya pelayanan termasuk dalam satu paket manajemen yang tidak bisa dilepaskan.
Hmmmmm saatnya penilaian cita rasa kwee tiaw.... dari segi jenis makanan dan campurannya pastilah makanan ini mengandung kadar kolesterol yang tinggi.. kwee tiaw digoreng dengan minyak yang cukup banyak dan tentu saja dibarengi dengan bawang putih yang menimbulkan rasa dan aroma yang tajam, ditambah dengan kecap manis, kecap asin, kecap ikan, penyedap rasa dan satu bumbu yang saya tebak adalah tambahan taburan bawang putih. Sedangkan untuk campurannya ada anduk sapi, kikil sapi, bakso sapi ceper, usus sapi dan daging sapi. sungguh campuran yang mengerikan bagi para penderita kolesterol!!! rasanya gurih dan tentu saja enak serta terasa campuran yang pas dan tidak ada rasa yang menonjol (kec bawang putih) sehingga kita bisa menambahkan bumbu yang tersaji dimeja sesuka kita (berbagai macam kecap, cabe, cuka dan jeruk nipis serta merica) sungguh enak dimakan hangat, tapi jika sudah dingin rasanya akan terasa amis sapi dan sangat berlemak. yang jelas dari segi rasa tidak diragukan lagi (banyak piring yang ditandatangani artist disitu dan alm. papa juga suka makan disini) sungguh tempat penuh kenangan dan melegenda.
Untuk minuman disediakan berbagai macam jenis, dan kebetulan yang kita pesan bermacam-macam. dan sudah pasti saya akan memesan minuman favorit saya... liang teh. kebetulan teman saya memesan kacang hijau juice. sungguh lezat.
perpaduan tadi akan tambah enak jika diberi cocolan kecap manis, cabe dan jeruk nipis (lemon cui)....... enak lezat!!
over all tempat ini boleh dikunjungi lagi tapi jangan sering-sering ya........ kolesterol tinggi!!!!

March 4, 2008

CINTA KANTONG SEMAR (NEPENTHES.SP)






Nih dia sekilas mengenai kantong semar, kebetulan saya lagi membudidayakannya dan mengkoleksi beberapa species kantong semar. Anda tertarik untuk bersama-sama mengoleksinya? hubungi saya ya............!
Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggris: Tropical pitcher plant), yang termasuk dalam familia monotypic, terdiri dari 80-100 spesies, baik yang alami maupun hibrida. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia (55 spesies, 85%), Tiongkok bagian selatan, Malaysia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra.

Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15-20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.

Tanaman pemakan daging, begitu dulu saya diberi tahu perkara kantung semar. Lama kemudian baru saya sempat melihat sang pemakan daging di hutan Kalimantan. Wujudnya tidak seram seperti julukannya, terlihat cantik malah. Tak heran jika kemudian kantung semar ini lantas menjadi koleksi tanaman hias berharga puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Bagi yang senang, kantung semar adalah tumbuhan yang cantik, menarik, menawan hati, walaupun namanya bukan Diana si putri paman petani. Tetapi di balik kecantikannya, kantung semar hidup di lingkungan penuh derita. Dia tumbuh di tanah yang miskin hara dan/atau tanah yang terlalu asam.

Sebuah fenomena menarik di mana lingkungan miskin lantas menumbuhkan keelokan. Kantung semar toh tidak sendirian dalam hal ini. Anggrek yang diidentikan dengan kecantikan, di alam aslinya juga tumbuh di lingkungan miskin macam begini. Lantas ada juga Venus Fly-Trap, yang juga digelari pemakan daging, yang lebih agresif dari kantung semar. Jika kantung semar pasrah menunggu serangga terpeleset di bibir kantungnya, Fly-Trap mencaplok serangga yang masuk ke perangkapnya. Jika kantung semar pasrah, bagaimana dia dapat serangga? Aha, serangga tak perlu dikejar, cukup dipikat saja untuk mendatangi bibir kantung, dengan warna dan madu.

Istilah pemakan daging sebenarnya agak menyesatkan. Kantung semar “hanya” memakan serangga yang notabene tak pernah diidentikan dengan daging. Tidak pas rasanya mendengar kata-kata daging laler, yang merupakan “santapan” kantung semar. Walaupun terhitung pasif, proses kematian sang serangga yang terpeleset masuk ke dalam kantung semar kok ya mengerikan. Perlahan tapi lama, itu serangga nahas yang klayaban dilarutkan oleh cairan yang ada di dalam kantung semar. Hasil akhirnya adalah jus laler, yang kemudian diserap sebagai makanan kaya nutrisi oleh kantung semar.

Penulis cerita film horor penuh imajinasi akan melihat kantung semar sebagai objek kengerian layak jual. Misal kata, kantung semar dijadikan sebesar tong dan lantas ada manusia sial petualang rimba pencari harta karun yang terpeleset ke dalamnya. Proses pencenaan lantas dimulai. Daging dan tulang berubah menjadi cairan, diiringi lolongan maut sang korban. Atas alasan durasi putar flm, prosesnya dipercepat. Penonton bergidik puas, setimpal dengan harga karcis untuk menyaksikan jualan kengerian. Ah, tapi itu cuma film.

Sengeri itukah kantung semar? Dalam Bahasa Melayu, tumbuhan ini dikenal dengan nama periuk kera atau cawan monyet. Konon, kera-kera dahaga akan meminum cairan yang ada di dalam kantung semar sebagai pelepas rasa haus. Seorang pengajar cara bertahan hidup di alam bebas pernah berkata kepada saya, jangan kau minum itu cairan kecuali amat sangat terpaksa. Saya setuju dengannya dan untungnya hingga kini saya belum mengalami minum jus laler.

Makan siang di hotel SANTIKA




Nah acara ini berjudul "Penguatan Peran Civil Society dalam Pemanfaatan Kerjasama ASEAN di Bidang penanganan Polusi Asap Lintas Batas" yang dilakukan di Hotel Santika. Nah acara ini saya mewakili program director radio volare fm. setelah ada break minum kopi dan dilanjutkan acara kembali akhirnya tibalah jam 12.00, waktunya untuk makan siang. sungguh menyenangkan kembali merasakan masakan hotel bintang 4 di pontianak. Siang ini semua peserta sudah dipersilakan untuk menikmati makan siang yang disiapkan secara prasmanan dan dipersilakan untuk mengambil sendiri. menu yang dipersiapkan bermacam-macam, mulai dari makanan pembuka sampai makanan penutup dan berbagai macam jenis minuman telah disiapkan.
Makanan pembuka ada dua jenis yang disiapkan, yaitu sup bibir ikan dan sup sayuran, kebetulan yang saya pilih adalah sup bibir ikan yang disajikan dengan telur dan kuah yang diberi pengental yang rasanya menurut saya biasa aja karena ada rasa yang lebih special apalagi kalau anda mencari menu ini restoran chinesse food. selanjutnya saya memilih menu utama berupa nasi putih ditambah dengan cah sawi ayam, dan seafood goreng tepung serta bakso saos tomat serta krupuk udang. nah untuk cap cai rasanya cukup enak dan gurih serta tingkat kematangan sayur yang pas sehingga terasa enak untuk dinikmati. selanjutnya untuk seafood goreng juga enak, seafoodnya ada ikan, udang dan cumi dengan balutan tepung yang kering dan gurih. Ada juga bakso daging saos tomat yang tersa normal dilidah dan menurut saya yang paling maksimal disini adalah cah sawi ayam, terasa pas dilidah rasanya dengan tingkat kematangan sayur yang pas.
Nah makanan penutup ada buah-buahan (terdiri dari semangka dan pepaya yang kelihatan hancur karena pepayanya kematangan dan terasa tidak manis sama sekali), dan ada juga jelly coklat dengan foam dan juga saus fla yang terasa ada campuran susu dan telur dan tidak terlalu manis, pas banget buat dinikmati sehabis makan selanjutnya ada juga menu minuman cincau yangkebetulan tidak saya ambil
pilihan minum juga ada 3 jenis, mulai dari air putih, lemon tea ice dan red wine. saya kebetulan mencoba lemon tea dan air putih...hehehehehe. Lemon tea icenya boleh juga cuman dari penyajiannya adalah gelasnya yang kurang besar, ngga mungkin rasanya cuman minum satu sloki sehabis makan. kurang banget........! sayang saya tidak mengambil red wine untuk mencobanya!
Nah sekarang kita bahas untuk coffe break yang disajikan. ada coffee ada tea dan disajikan dengan cream yang gurih. saya suka sekali dengan rasa coffee plus creamnya. terasa amat gurih dan pas dengan coffee dan lebih enak jika disajikan tidak terlalu manis, untuk snack yang disediakan ada tempe mendoan, resoles isi dan cake yang rasanya sulit dijelaskan karena ada rasa asin yang kemungkinan keju dan amis dari telur, ditambah dengan kacang telur. untuk snack bagian kedua tempe mendoan dihilangkan dan diganti dengan nugget goreng dan kacang telur dengan emping melinjo manis pedes.
Semua terasa special walaupun ada sedikit kekurangan, namun berkesan apalagi cafenya (klo ngga salah namanya cafe bamboo) punya suasana romantis dan masih bernuansa IMLEK. bloeh dicoba kalau misalnya anda punya uang lebih, karena saya yakin pasti harga menu makanan disana berkisar 100ribuan lebih..... SELAMAT MENIKMATI ya