December 12, 2012

Etika dan tata cara Makan


Belajar Etika Makan Juga Perlu
Pasti semua orang sudah paham bagaimana kita harus beretika dalam sosialisasi, banyak sekali seklah kepribadian dibuka, hanya untuk mengatur dan memberikan pemahaman bagaimana kita harus berprilaku agar bisa terlihat elegan dan tentu saja sopan sehingga kita terlihat mempunyai tata krama yang santun. Tidak mudah juga mempelajarinya, ada step by step yang harus dipelajari, dan tentu saja harus memiliki beberapa tahapan yang boleh dibilang sedikit rumit, untuk itu memang kita harus belajar mulai dari dasar dan mempraktekkannya.




Nah, kali ini saya mau bicara tentang etiket dalam bersosialisasi. Tapi kali ini saya khususkan tentang etika saat makan. Sebagian orang akan mencibir, bahwa “untuk apa sih?mau makan aja repot??!” Dulu saya juga demikian, saya rasa itu gak penting dan ke barat-baratan, ternyata saat saya mulai masuk ke dalam dunia kerja hal ini tentu saja jadi penilaian plus. Apalagi saat jamuan makan bisnis or fine dining yang sering diadakan beberapa perusahaan ataupun dalam acara pernikahan. Susah-susah gampang sih, tapi saya akan bagikan etika simple saat makan, sesuai dengan pengalaman saya biar rekan-rekan muda setidaknya punya gambaran.
Etika makan atau Table Manners adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap bersama di meja makan. Etika makan diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama di sebuah acara resmi atau acara makan bersama di keluarga besar. Jika mampu menunjukkan sopan santun di meja makan, sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan kualitas pergaulan, intelektualitas dan etika pergaulan seseorang. Etika makan tidak dibentuk secara tiba-tiba melainkan itu adalah pembelajaran sejak kita kecil hingga dewasa. Dengan kebiasaan sehari-hari dengan melakukan etika makan yang baik maka merupakan proses pembelajaran yang sangat baik. Bila etika makan dibentuk secara instan maka akan menghasilkan kualitas etika makan yang canggung dan tidak luwes. Bila seseorang diundang di sebuah restoran terkenal atau jamuan makan malam resmi dengan meja makan yang sudah di setting sedemikian rupa harus mengikuti aturan etika makan yang baik.
Nah, kita belajar simpelnya dulu aja, kalo mau lebih paham lagi, Anda bisa belajar di sekolah kepribadian (tapi memang rata2 mahal), tapi sekarang kan ada banyak informasi di internet. Browsing aja, banyak informasi dan contoh2 yang mudah untuk di mengerti. Pengetahuan table manner juga mesti lihat tempat apa yang kita datangi, budaya apa yang ada dibaliknya, misalnya tata cara makan eropa, cina, atau jepang.

So kita belajar yang paling sering kita temui aja ya, biasanya jamuan formal terdiri dari beberapa menu :

Hidangan Pembuka (Appetizer)

Sebelum hidangan pembuka disajikan biasanya diatas meja disediakan roti sebagai panganan, anda bisa makan roti ini dengan tangan. Hidangan pembuka biasanya juga terdiri dari dua macam, Hot Appetizer dan Cold Appetizer. Hot Appetizer biasanya Sup. Aduklah sup itu perlahan, jangan dipangku ditangan anda, biarkan tetap diatas meja. Jangan sekali-kali meniup sup. Gunakan sendok sup yang sudah disediakan, biasanya lebih kecil. Kalau Cold Appetizer bisa berupa salad, ambil garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan, sekali lagi pilihlah alat makan yang disediakan, biasanya lebih kecil dari alat makan hidangan utama. Janagn ragu-ragu mengelap mulut anda bila ada sisa makanan disana. Jangan mengelap dengan satu tangan.

Hidangan Utama (Main Course)

Nah hidangan utama sudah tiba, jangan salah kalau anda sedang diundang jamuan makan ala internasional, umumnya ada dua cara menyantap hidangan utama. Hidangan utama sering berupa daging, steik atau sea food. Bila menggunakan ala Amerika biasanya daging dipotong lebih dahulu baru disantap menggunakan sendok dengan tangan kanan. Cara Eropa lain lagi, biasanya langsung dipotong dengan pisau di tangan kanan lalau memakan dengan garpu di tangan kiri.

Hidangan Penutup (Dessert)
Puas menyantap hidangan utama, saatnya anda menikmati hidangan penutup. Hidangan penutup umumnya berupa makanan atau minuman dingin, seperti cocktail, ice cream atau jus. Jangan makan hidangan penutup langsung setelah anda menghabiskan makanan utama. Berilah waktu untuk perut anda. Setelah dirasa cukup dan hidangan penutup sudah siap, anda bisa menyantapnya. Bila hidangan penutup anda berupa minuman yang ada hiasan diatasnya. Makanlah hiasannya atau sisihakan terlebih dahulu. Baru minum isinya.

Apakah etika makan harus di jamuan formal saja?

Tentu saja tidak, dimana saja harus kita lakukan, hal ini juga untuk menghargai orang yang sedang makan bersama kita. Kalo menu formal diatas sangat bergaya kebarat-baratan, tapi tidak menutup kemungkinan kita menjamu orang dengan hidangan-hidangan tradisional. Kuncinya adalah anda harus menciptakan suasana yang nyaman, dan cara makan yang bersih. Ambil makanan secukupnya dan habiskan. Jangan kebiasaan makan berkecap-kecap. Jangan bicara sambil mengunyah makanan, minta izin ketika akan menerima telepon, dan gak kalah penting tak lupa ucapkan “tolong” dan “terima kasih.”
Simple kan? so, berlatihlah…Buat dirimu siap untuk bisa masuk ke berbagai kalangan….Gudlak guys…

December 8, 2012

Cinta Kuliner adalah Passion saya



Bagaimana Cara Menikmati Makanan?
Kuliner merupakan passion, itu yang sering sekali saya infokan kepada semua orang, saya penggemar icip icip bukan hanya sekedar makan hingga kenyang, itu jadi hal penting yang selalu saya pegang. Saya akan selalu penasaran dengan suatu jenis makanan baru, apalagi jika makanan itu mendapat komentar dari banyak orang. Pasti ada sesuatu yang sangat menarik untuk dibahas. Pastinya ada alasan kenapa orang berbondong-bondong kesuatu restoran atau rumah makan. Setiap orang pasti punya selera makan yang berbeda-beda namun biasanya seseorang yang punya selera bagus pasti bisa menarik garis merah sehingga makanan tersebut dinyatakan ENAK.
 
Terkadang setiap makanan mempunyai teknik makan tersendiri, terkadang kita lupa bahwa makan sphagetti akan beda saat kita makan mie goreng, walaupun bentuknya hampir sama bahkan dengan cara masak yang sama sekalipun. Dari segi cara menghidangkan juga akan berbeda, penasaran? Perhatikan jika anda memesan sphagetti direstoran, mereka akan menngulung menggunakan garpu baru kemudian menuangkan saosnya ditengah. Eits.... jangan salah, cara makannyapun berbeda, ada aturan yang juga harus diikuti jika anda memang penikmat makanan sejati, tidak bisa sembarangan main caplok agar anda bisa merasakan nikmatnya makan.
 

 
Tapi saya yakin, setelah membaca tulisan ini anda akan berpikir, betapa ribetnya untuk menikmati sepiring makanan anda. J tidak perlu memang harus mempelajarinya jika anda memang tidak punya passion disana. Pembaca cukup tahu saja mungkin, tapi memang jika anda ingin menikmati hidangan, ada beberapa langkah juga agar makanan tersebut bisa terasa sempurna kenikmatannya.
 
Makanan yang nikmat tidak harus makanan yang enak atau mahal, makan dengan tempe dan tahupun bisa menjadi nikmat jika kita dapat menikmatinya. Terkadang orang lebih suka makan daging ataupun makanan yang mahal lainnya daripada makanan yang sederhana. Faktor nya tentu karena ingin makan makanan yang lebih enak. Sebenarnya ada beberapa cara agar makanan yang kita makan bisa terasa nikmat walau makanan tersebut sederhana.
 
Caranya adalah sebagai berikut :
  • Jangan makan terlalu cepat
Makanlah dengan santai dan jangan terburu buru, jika kita terburu-buru, itu akan membuat makanan yang kita makan tidak terasa nikmat, maka dari itu, nikmatilah makanan yang kita makan dengan memakannya secara wajar dan tidak terburu-buru
 
  • Kunyah sebanyak 25 kali
Selain ini adalah sunah rasul, mengunyah sebanyak 25 kali juga akan membuat makanan lebih terasa dan dapat bisa kita rasakan dengan baik, dengan mengunyah sebanyak 25 kali juga akan membuat makanan yang kita makan akan benar-benar hancur dan meringankan beban kerja pencernaan kita.
 
  • Jangan berbicara saat makan
Kita tentu sering makan sambil ngobrol, tapi vapa anda sadari, kita suka tak sadar bahwa makanan yang kita makan ternyata telah habis, padahal makanan yang kita makan adalah makanan yang enak, tetapi, kita tidak bisa menikmatinya. Maka dari itu, kita harus tenang dalam makan, ngobrollah jika makanan telah habis.
Semoga bisa bermanfaat dan menambah semangat serta kenikmatan makan.

December 7, 2012

Mari Mengenal Makanan Italia Part 2









Ini masih lanjutan dari makanan italia episode 1, ternyata masing masing wilayah di italia juga memounyai kuliner khas masing-masing. hampir sama seperti di Indonesia juga, masih penasaran? silakan saja cek satu persatu ceritanya

Masakan Italia sangat bervariasi berdasarkan daerahnya dimana setiap kota dan desa mempunyai teknik memasak serta resep yang berbeda-beda.
 
Negara Italia selama beratus-ratus tahun terdiri dari negeri-negeri kecil yang berdiri sendiri sehingga mereka hanya menikmati masakan khas daerah mereka masing-masing. Pada tahun 1861, saat Italia disatukan, setiap daerah mulai mengenal masakan khas dari daerah lain, namun ciri khasnya masih tetap dipertahankan.Sampai sekarang pun, orang Italia mengikuti prinsip sederhana dalam memasak, yakni hanya menggunakan bahan segar dan tersedia pada musimnya. Mereka juga tidak mengimpor banyak produk namun hanya mempergunakan bahan lokal.
Italia Utara
Ciri khas masakan dari Italia Utara dari daerah lainnya adalah banyaknya penggunaan mentega dibanding minyak zaitun. Di sini pun pasta lebih jarang dimakan karena warga kawasan ini lebih banyak mengonsumsi polenta. risotto, dan berbagai sup hangat yang biasa dimasak pada musim dingin.

Dari daerah peternakan terutama di Emilia Romagna dan Liguria dihasilkan berbagai produk daging seperti daging sapi, sapi muda, babi dan domba. Sementara ikan, belut, itik dan burung-burung liar banyak didapat dari Sungai Po. Pesisir Veneto menghasilkan banyak kerang dan kepa.
 
Masakan yang populer di kawasan Italia utara, antara lain:

    Bagna cauda, masakan dengan saus bawang putih dari Piedmont.
    Risotto, nasi berbumbu saffron dari Milan.
    Fegatto alla Veneziana, masakan hati dengan bawang dari Venezia.
    Pesto, jenis saus dari kombinasi basil, minyak zaitun, dan kacang cemara. Biasa disajikan dengan pasta. Saus ini berasal dari Genoa.
    Tortellini, jenis pasta, biasanya disantap dengan keju, berasal dari Bologna.
    Fagioli all’uccelletto, kacang polong dengan sage dan tomat dari Tuscany.

    Bagna cauda

    Risotto khas Milan

    Tortellini

    Fettucine dengan pesto

Italia Tengah

Di Italia bagian tengah, cuaca lebih hangat dibanding di utara. Kawasan ini kaya akan hasil peternakan dan pertanian seperti daging unggas, sapi, babi, domba, tomat, kale daun hitam, kastanye, saffron dan farro. Farro adalah jenis serealia yang telah dibudidayakan sejak zaman Romawi.
 
Masakan yang populer di kawasan Italia tengah antara lain:

    Abacchio al forno, daging domba panggang dengan rosemary dari Roma.
    Sfogliatelle, jenis kue khas Napoli.

    Sfogliatelle

    Bruschette

Italia Selatan

Sejarah masakan Italia Selatan pada masa lalu dikategorikan menjadi masakan khas bangsawan yang mewah dan rakyat jelata yang dibuat dari bahan sayur-mayur, roti dan pasta. Jenis-jenis bahan makanan utama yang digunakan oleh warga Italia Selatan antara lain pasta kering, sup sayuran, ikan dan daging domba. Sayur-sayuran yang disukai antara lain tomat dan terong pada musim panas, rappini atau brokoli raab (sejenis brokoli) dan kubis bunga di musim dingin. Keju-keju yang diproduksi di sini kebanyakan bertekstur keras seperti caciocavallo dan provolone, kecuali mozzarella.

Masakan yang populer di Italia selatan antara lain:

    Tiella, rebusan sayur-sayuran dan makaroni dari Calabria.
    Maccheroni con le sarde, makaroni dengan saus ikan sarden dari Sisilia.
    Buridda, sup ikan dari Sardinia.

    Tiella
 
Kepulauan

Dua pulau besar Italia, Sardinia dan Sicily, memiliki sejarah yang berbeda dengan daratan utama sehingga tradisi kulinernya sangat bervariasi. Hal itu disebabkan kedua pulau tersebut mendapat pengaruh dari bangsa-bangsa yang pernah mendudukinya sebelum bersatu dengan Italia. Masakan Sicily dipengaruhi oleh bangsa Yunani, Kartaginia, Romawi, Bizanine, Arab, Norman, dan Spanyol Sementara kuliner Sardinia mendapat pengaruh Bangsa Phoenicia, Karthaginia, Romawi, Bizantine, Spanyol dan Austria.
    Frittata khas Sisilia.

    Masakan makaroni khas Sardinia.

Bahan-bahan
Minyak zaitun Italia
 
Umumnya rasa utama masakan Italia ditentukan oleh jenis lemak yang digunakan untuk memasaknya, seperti mentega dan minyak zaitun. Di wilayah Italia utara yang beriklim sedang, bahan-bahan masakan berasal dari lahan-lahan pertanian subur dan peternakan contohnya adalah mentega karena di sana pohon zaitun tidak bisa tumbuh. Di Italia selatan, iklim lebih hangat dan pohon zaitun tumbuh subur yang menjadikan minyak zaitun lebih banyak digunakan di kawasan ini. Di Roma dan lebih jauh ke selatan, seperti di regione Campania, Basilicata, Abruzzo, dan Calabria. minyak babi juga digunakan.

Ciri khas masakan Italia adalah sederhana dan hemat. Sedikit bahan sudah bisa membuat masakan yang bervariasi. Makanan pokok adalah nasi, roti dan pasta yang biasa dihidangkan dengan lauk pauk sederhana. Daging jarang dipanggang dengan porsi besar malahan dimasak dalam potongan kecil dan tipis yang dinamakan scallopine, khususnya daging sapi muda. Masakan rumahan yang umum dijumpai antara lain fritata (omelet telur isi sayur-sayuran), pizza (adonan yang dipanggang bersama daging, sayuran, keju dan herba), dan pasta. Di Italia selatan makaroni atau spaghetti umumnya disajikan dengan minyak zaitun, bawang putih dan ikan sementara di utara keju lebih banyak digunakan.
 
Kuliner Italia dikenal menghargai citarasa yang alami dan harmoni masakan sehingga hanya menggunakan bahan yang paling segar yang bebas dari bahan pengawet dan tanpa pembekuan di lemari es. Hasilnya, bahan-bahan makanan di pasar umumnya dijual satu kali bahkan dua kali sehari terutama untuk produk roti, sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Dalam penyajian suatu masakan, bahan-bahan ditimbang dengan cermat untuk menghindari pemborosan. Tahap awal persiapan contohnya dalam membuat saus atau lauk memang membutuhkan waktu cukup lama, namun setelah itu mereka mulai memasak dengan lebih cepat. Keuntungan memasak orang Italia yang cepat, walaupun dengan teknik merebus, mendidihkan, menggoreng, atau memanggang, dapat mempertahankan rasa, tekstur dan warna bahan makanan. Walau begitu, ada juga sedikit jenis masakan yang harus dimasak dengan perlahan seperti minestrone, sup rebusan dengan isi sayur-sayuran, kacang putih, dan daging babi asap.
Orang Italia sangat memperhatikan kualitas tekstur dan warna bahan makanan. Sebisa mungkin bahan-bahan sayuran, daging dan pasta yang dimasak seperti artichoke, brokoli, zukini, tomat, prosciutto (ham yang diiris tipis) tetap memiliki tekstur dan warna aslinya setelah dimasak.
Roti, pasta dan nasi
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pasta
Fusilli, salah satu jenis pasta.

Orang Italia menggemari roti sebagai makanan pokok sehari-hari. Roti Italia dibuat oleh tukang roti profesional karena warga pada umumnya tidak bisa menggunakan kayu bakar atau batubara jika membuat roti di rumah. Pasta juga merupakan salah satu makanan pokok lainnya. Jenis dan bentuknya ada bermacam-macam di tiap-tiap daerah, misalnya spaghetti yang merupakan jenis pasta yang paling umum.
 
Pasta di Italia utara umumnya dibuat dengan tangan, jenisnya antara lain fettucini, tagliatelle (mie telur tipis), dan ravioli, adonan yang dipotong kecil-kecil yang mengandung sayur bayam, keju dan daging cincang. Di wilayah selatan, pasta dibuat dari pabrik tanpa menggunakan telur, sehingga dapat disimpan dalam waktu lama dalam iklim yang panas. Bentuknya lebih tebal dan teksturnya keras dibanding pasta dari utara. Jenis-jenisnya antara lain lasagna (mie lebar dan tipis), rigatoni (mie berbentuk pipa dengan macam-macam ukuran), fusili (mie keriting), dan canelloni (mie berbentuk pipa besar untuk isian). Pasta disajikan terpisah dan tidak dianggap sebagai lauk pauk. Hidangan pasta dari selatan disajikan dengan saus tomat sementara di utara pasta seringkali hanya diberi mentega dan keju parmesan (Parmigiano-Reggiano). Orang Italia tidak memasak pasta terlalu matang dengan prinsip "al dente", "lembut dalam gigitan". Prinsip al dente juga digunakan dalam memasak nasi, terutama di utara dimana lebih banyak dikonsumsi warganya. Nasi disantap bersama bermacam-macam makanan laut, daging, saus sayuran, bersama mentega dan keju.
Daging dan ikan
Prosciutto

Orang Italia paling menyukai daging sapi muda. Daging tersebut biasanya dipotong menjadi sayatan kecil dan tipis yang dinamakan scallopine, yang kemudian digongseng dengan mentega dan disantap dengan saus anggur, tomat atau lemon. Daging sapi kurang umum dikonsumsi dikarenakan di Italia makanan ternak untuk menggemukan hewan ternak sampai dewasa terbatas. Ini berpengaruh pada pilihan konsumsi daging orang Italia. Daging sapi lebih dimakan dalam bentuk potongan kecil daripada dipanggang dalam porsi besar atau dalam bentuk steak. Daging babi tidak hanya disajikan dengan dipanggang atau dicincang namun juga diproses menjadi ham dan berbagai jenis salami. Daging domba, ayam, bebek, angsa, dan kalkun lebih jarang dimakan dan harganya lebih mahal.

Makanan dan produk laut berlimpah di sepanjang pesisir Italia antara lain berbagai jenis ikan, belut, gurita, cumi-cumi, kerang, dan kepa. Variasi masakan dari produk laut antara lain zuppa pescare (sup ikan), pesce fritto (ikan kering), dan baccalá in umido (ikan kod kering dengan tomat).
Keju, sayuran dan buah-buahan
 
Orang Italia gemar mengonsumsi keju sebagai ganti daging. Variasi keju Italia sangat beragam, mulai dari keju krim ricotta, bel paese yang setengah lembut dan berasa tawar, gorgonzola yang bercorak hijau, sampai Parmigiano-Reggiano yang teksturnya keras.

Sayuran juga merupakan bahan makanan penting dan sering dijadikan sebagai lauk utama. Sementara, buah-buahan dijadikan sebagai makanan penutup. Daerah selatan yang beriklim hangat memungkinkan sayur-mayur tumbuh lebih lama dibanding di utara. Jenis yang banyak diproduksi terutama adalah tomat, yang memberi warna bagi sebagian besar saus masakan mereka. Jenis sayur lain yang banyak ditanam antara lain terong dan brokoli. Di daerah utara sayur-mayur yang banyak ditanam antara lain artichoke, zukini, kembang kol, kale daun hitam, cardoon, dan radicchio.
Kue-kue dan es krim

Kue-kue Italia banyak yang dijadikan sebagai pencuci mulut, contohnya zuppa inglese, kue rum yang dilapisi custard dan crostata, kue buah. Jenis-jenis kue ini dibuat di rumah untuk perayaan-perayaan tertentu. Namun sebagian besar kue Italia jarang dibuat di rumah. Jenis-jenis yang dijual di toko-toko kue bisa sangat beragam. Es krim dan es buah khas Italia dinamakan gelati. Jenis-jenis dessert lain:

    Zabaglione
    Spumoni
    Tortoni
Bumbu

Masakan Italia sarat akan bumbu rempah-rempah dan herba. Herba penting antara lain peterseli italia berdaun tipis, basil, rosemary, thyme, sage, dan marjoram. Rempah penting antara lain cengkih, kayu manis, pala dan saffron. Penggunaan bawang putih membuat sebagian besar masakan Italia berbau tajam. Perasan lemon dan kulit buah digunakan untuk menambah rasa pada masakan daging dan sayuran.
Minuman
Anggur Chianti dari Tuscany.

Minuman adalah pelengkap penting dalam kegiatan makan orang Italia.[3] Mereka paling gemar dengan minuman anggur dan kopi.[3] Kegiatan minum setelah makan dinamakan digestivi, dengan minuman beralkohol seperti grappa (yang terbuat dari kulit anggur), amaretto, sambuca dan limoncello.
 
Di seluruh negeri, sajian masakan Italia selalu dilengkapi dengan minuman anggur. Anggur Italia yang paling terkenal adalah Chianti, jenis anggur merah vintage asal Tuscany, serta yang lainnya berasal dari berbagai daerah antara lain anggur putih sparkling Asti Spumanti dari Piedmont, Soave dari Verona, Lacrima Christi dari Napoli, serta berbagai vermouth. Minuman khas lainnya adalah Strega dan kopi Italia. Kopi Italia merupakan favorit warga dengan ciri khas aroma yang tajam dan disangrai hitam. Kopi dematasse atau kopi espresso) biasa dinikmati dengan gula. Kopi dan teh selalu diminum terakhir, tidak bersama hidangan makanan. Minuman ringan lainnya adalah sirup buah, soda, dan kola.